Minggu, 16 Oktober 2011

ALLAH TAHU ANDA BUTUH PENYERTAANNYA

I Samuel 18:14

Setelah Daud membunuh Goliat dengan lemparan umbannya, Daud memperoleh popularitas yang instan. Dia menjadi seorang Pahlawan nasional. Orang-orang mulai memujinya. Saul bersikap baik dengan memenuhi janjinya, memberi kekayaan kepada orang yang membunuh Goliat. Pada titik ini, berdasarkan pemaparan Charles Swindoll dalam bukunya yang berjudul Daud kehidupan Daud dibukakan menjadi empat relasi yang berbeda:
1. Relasi berupa ketaatan kepada Saul
2. Relasi kasih sayang terhadap putera Saul
3. Relasi peninggian atau pengagungan dari rakyat Israel.
4. Relasi beruapa pertentangan dengan Saul yang bertahan sampai bertahun-tahun.

Sekarang kita sampai pada relasi ketiga di dalam kehidupan Daud yaitu relasi dari peninggian atau pengagungan dari rakyat Israel. 1 Samuel 18:5.
Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai-pegawai Saul.

Sekarang walaupun Daud belum pernah ikut berperang namun sudah dipercayakan mengepalai pasukan, dan dia melakukannya dengan sangat baik sehingga pegawai-pegawai raja menjadi terkesan dibuatnya.

Walaupun dia masih muda dan tidak berpengalaman, Daud tahu bagaimana harus bersikap terhadap orang lain. Para pelayan menyukainya. Para pasukan mengikutinya. Dan bahkan Saul, ketika tidak berada di dalam cengkraman roh jahat menghormatinya.
Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa." 1 Samuel 18:6-7

Mereka menyanyi dan menari di jalan-jalan, menyambut dan menghormati anak muda ini, yang telah membela nama Allah ereka. Jika ada satu pernyataan yang paling tepat untuk menggambarkan Daud pada saat ini di dalam hidupnya, maka pernyataan itu adalah:
Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab Tuhan menyertai dia. 1 Samuel 18:14.
Empat kali Daud dikatakan “berhasil” di dalam pasal ini. Hal ini membuat saya tertarik, maka saya melihat kata Ibrani sakal yang merupakan asal kata dari kata “berhasil”. Saya menemukan dua hal yang membuka wawasan mengenai istilah tersebut.

Amsal 10:19 menjelaskan yang pertama, “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi (sakal).”
Seorang yang berakal budi (yang berhasil), tahu bagaimana menjaga mulutnya tertutup. Namun ketika dia membuka mulutnya, dia membukanya dengan bijaksana. Itulah tanda seorang yang sakal. Itulah Daud.

Wawasan kedua, ada di dalam Amsal 21:11, “Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, dan jikalau orang bijak diberi pengajaran (sakal), ia akan beroleh pengetahuan.”

Orang yang sakal adalah orang yang dapat diajar. Daud adalah orang yang seperti itu. Dia bijaksana karena dia menjaga bibirnya, dia menyimpan roh yang dapat diajar. Secepat apapun kenaikan pangkat atau setinggi apapun pengagungan itu, kita tidak boleh kehilangan sifat dapat diajar. Kita tidak bisa mencapai suatu tingkat di mana kita berada di atas kritikan atau kita tidak lagi membutuhkan masukan dari orang-orang lain. Dan terus terang, ada saat-saat ketika pelajaran yang paling baik dapat dipelajari dari musuh-musuh kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar