Kamis, 06 Januari 2011

DELAPAN TIPE ORANG YANG PERLU DIJAUHI

VIVAnews - Hubungan yang sehat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan jiwa. Namun, kerapkali kita terjebak dalam hubungan dengan sosok yang memiliki karakter 'negatif'. Mereka umumnya sering mengeluh, mudah marah, atau tidak sabar.

Mengenali karakter seseorang di awal perkenalan menjadi penting. Apalagi jika ada prospek melanjutkannya dalam hubungan yang lebih serius. Kenali sejumlah karakter seseorang, seperti dikutip dari Times of India.

1. Memelihara masa lalu

Beberapa orang menolak melepaskan masa lalu dan cenderung 'merawat' kenangan menyakitkan. Akibatnya, orang ini hidup dengan kemarahan dan kepahitan. Bila terjadi terus menerus, dapat mempengaruhi orang yang berada di sekitarnya.

Solusi: Jika mereka mulai memunculkan subjek masa lalu, jangan ragu memberitahu dia bahwa Anda tidak ingin membicarakannya.

2. Mengasihani diri sendiri

Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada orang yang merasa menanggung beban seluruh dunia. Alih-alih mencari solusi, orang tipe ini terus mengasihani diri sendiri dan tidak melihat jalan keluar.


Solusi: Tawarkan bantuan dan jika masih tidak mau berubah, sebaiknya menjauh darinya
3. Munafik

Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada berhubungan dengan orang yang memiliki sifat 'lain di mulut lain di hati'. Di depan Anda, dia muncul orang yang paling manis, namun bersikap sebaliknya di belakang Anda.

Solusi: Jika Anda menangkap ini terjadi berulangkali kepada orang lain, segera jauhi. Bukan tidak mungkin dia melakukan hal serupa kepada Anda.

4. Selalu negatif

Dia adalah jenis orang yang selalu memandang hal negatif dari hidup mereka.

Solusi: Bantulah melihat sisi positif dari dirinya. Jika tidak mau menerima, jangan biarkan hal negatif itu mempengaruhi Anda.

5. Paling sempurna

Orang seperti ini biasanya merasa lebih baik dan menarik daripada orang lain. Ia sangat menikmati aktivitas mengkritik dan menertawai orang lain.

Solusi: Bersikap sabar dengan perilakunya. Namun, jika mereka tidak berubah, sudah saatnya Anda untuk meninggalkannya.

6. Bangga mengumbar rahasia

Mereka sangat bangga menceritakan skandal dalam hidup dan senang melibatkan sebanyak mungkin orang dalam perdebatan.

Solusi: Bisa saja Anda dapat mendengarkannya. Namun bila mempengaruhi diri sendiri, segera menjauh.
7. Frustasi

Orang ini selalu merasa frustrasi dengan hidupnya dan melampiaskannya pada orang lain di sekitarnya. Bahkan, seringkali mereka mengambil kesimpulan yang irasional.

Solusi: Jika ia mulai merencanakan sesuatu yang gila katakan bahwa hal itu mengganggu Anda.

8. Sang Komentator

Orang seperti ini mengomentari semua yang terjadi dalam kehidupan orang lain. Seringkali, perkataan mereka menimbulkan perkelahian.

Solusi: Berhati-hatilah bila berada di sekitar orang tersebut dan berhati-hati dengan perkataan Anda.

Minggu, 02 Januari 2011

Renungan: MEMASUKI TAHUN BARU DENGAN KEYAKINAN TUHAN YANG MEMIMPIN

Nats Keluaran 13:17-14:31

2 Januari 2011
Kebak. Minggu Pagi GBII Malioboro
Pdt. Yakub H.


PendahuluanKita sering berpikir mengenai pembebasan Israel dari Mesir sebagai satu-satunya tema di dalam kitab keluaran. Kita yakin bahwa motif keluaran adalah kuat, tetapi ada gagasan penting lainnya, umpamanya, kepemimpinan Tuhan.

Keluaran mencatat kisah besar mengenai kepemimpinan Allah di dalam pasal 13:17-14:31Itu berhubungan dengan perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke sisi lain dari Laut Merah. Untuk menggerakan begitu banyak orang sejauh ini menutut kepemimpinan. Penulis kitab Keluaran menghubungan penyelesaian ini dengan Tuhan.
Allah masih memimpin umatNya pada masa kini. Tanpa ragu-ragu, Allah pada mulanya melepaskan kita dari dosa, tetapi dia juga memimpin kita di dalam perjalanan hidup kekristenan kita. Marilah kita memperhatikan bagaimana Allah memimpin umatnya.

I. Tuhan memimpin dengan hikmatNya.

a. Allah mengenal umatnya – ayat 17.

Allah mengenal dengan baik umatNya selama perbudakan mereka. Dia mendengar rintihan mereka dan mengenal penderitaan mereka. Ketika Dia melepaskan umatNya dari tahun-tahun perbudakan, Dia terus mengenal mereka. Allah tahu bahwa umat yang baru saja dibebaskan dari perbudakan selama bertahun-tahun lamanya secara fisik dan kejiwaan tidak siap berperang melawan musuh. Dia tahu bahwa mereka mungkin mau kembali ke Mesir.

Allah mengenal kita. Dia tahu dengan tepat sifat kita. Karena hikmatNya yang besar, Dia tahu apa yang terbaik untuk kita.

b. Allah memiliki perspektif yang lebih baik.

Bangsa Israel hanya dapat melihat yang umumnya orang melihat, jalan pintas. Mereka mengabaikan bahaya dari orang-orang Filistin. Allah memiliki persfektive yang lebih besar. Dia dapat melihat keduanya yaitu bahaya dan jalan pintas. Dia tahu bahwa perjalanan yang panjang dan jauh bukanlah cara yang mudah tetapi terbaik dan satu-satu cara untuk Israel mengadakan perjalanan.

Allah memiliki persfektif mengenai hidup daripada yang kita lakukan. Rute yang terbaik dari perjalanan hidup kita meungkin tidak mudah, tetapi Allah akan memberikan anugerahNya untuk perjalanan kita.

II. Tuhan memimpin dengan hadiratNya.

a. Allah pergi bersama umatNya – 13:21

Tiang awan dan tiang api memberi kesan akan kehdiran Allah yang terus menerus. Allah tidak meninggalkan mereka sendirian; Dia berjalan dengan mereka.

Allah menyertai umatNya. Roh Kudus mendiami setiap orang percaya. Bersama denganNya kita dapat dipimpin di dalam setiap setuasi hidup kita.

b. Umat Allah dapat jaminan dengan kehadiranNya.


III. Tuhan memimpin dengan kuasaNya.

a. Kuasa manusia gagal


b. Kuasa ilahi berguna.—14:21.


Penutup.

Kamis, 30 Desember 2010

MESKI MENANG INDONESIA GAGAL JUARAI PIALA AFF 2010

Rabu, 29 Desember 2010 | 21:00

[JAKARTA] Meski menang 2-1 atas Malaysia, negeri jiran itu akhirnya keluar sebagai juara Piala AFF (ASEAN Football Federation) Suzuki 2010. Indonesia menang 2-1 atas Malaysia dalam final leg II yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (29/12) malam.

Tetapi Indonesia kalah agregat dari Malaysia setelah setelah pada final leg pertama di Stadion Bukit Jalil, Malaysia unggul 3-0. Agregat akhir Indonesia versus Malaysia adalah 2-4.

Sebenarnya Indonesia lebih menguasai pertandingan tersebut. Indonesia memiliki banyak peluang untuk mencetak gol, terutama di babak pertama. Tetapi buruknya penyelesaian akhir tim merah putih sehingga tidak satu pun gol yang dihasilkan di babak pertama.

Bahkan peluang gol dari titik putih di babak pertama tidak berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh kapten tim Firman Utina. Wasit asal Australia memberi hadiah penalti kepada Indonesia setelah pemain negeri jiran itu menyentuh bola dengan tangan di kotak terlarang.

Tendangan Firman yang diarahkan ke kiri gawang Malaysia terlalu lemah. Arah bola berhasil dibaca dengan tepat penjaga gawang Malaysia.

Malahan gawang Indonesia dibobol duluan di pertengahan babak kedua oleh penyerang Malaysia bernomor punggung 10 dari sebuah serangan balik yang sangat cepat dan diselesaikan dengan tendangan kaki kanan yang keras. Penjaga gawang Indonesia Markus Haris Maulana tidak berhasil membendung bola tersebut.

Beruntung, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan oleh bek kiri Indonesia Nasuha. Nasuha yang berlari dari lini belakang masuk ke kotak penalti dan berhasil memanfaatkan bola liar di kotak penalti Malaysia dan menghasilkan gol pertama.

Gol kedua Indonesia dicetak oleh Muhammad Ridwan. Dia menggiring bola dari sisi kiri pertahanan Malaysia lalu menusuk ke kotak penalti dan menembak dengan kaki kirinya. Bola itu menyentuh pemain Malaysia, tetapi sayang bola bersarang di gawang sendiri.

Pemain-pemain depan Indonesia tidak berhasil mencetak gol karena dijaga begitu ketat. Christian Gonzales tidak dibiarkan menguasai bola di kotak penalti. Malahan dia lebih sering terjebak perangkap off side.

Sementara Irfan Bachdim yang bermain bagus justru ditarik di babak kedua oleh pelatih Alfred Riedl. Penggantian itu sepertinya tidak diterima Irfan terlihat dari bahasa tubuh pemain keturunan Belanda itu. [A-21]

Rabu, 29 Desember 2010

Firman Buang Percuma Peluang Gol Indonesia


Rabu, 29 Desember 2010 | 19:24

[JAKARTA] Peluang menciptakan gol pertama bagi tim nasional (timnas) Indonesia terbuang percuma setelah kapten Firman Utina gagal mengeksekusi penalti yang dihadiahkan wasit asal Australia kepada Indonesia.

Tendangan Firman terlalu lemah dan diarahkan ke kiri gawang Malaysia. Tetapi arah bola berhasil dibaca dengan tepat penjaga gawang Malaysia. [A-21]