Tampilkan postingan dengan label BIDAT/SEKTE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIDAT/SEKTE. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Desember 2009

Mengenai Penyesat-Penyesat

Nats: Matius 24:11; 24:23-24; 2 Timotius 3:8; 3:13; 1 Timotius 4:1,2; 1 Yohanes 2:26.

Iblis telah mengubah strateginya. Dia mempelajari dari dahulu bahwa dia tidak dapat mengalahkan Kristus dan orang-orang kristen dengan permusuhan dan penganiayaan. “Darah para martir adalah benih gereja.” Pekerjaan Tuhan selalu bertumbuh dalam masa kesusahan, penganiayaan dan pengorbanan. Setan telah mengubah caranya. Dia telah “mengikut serta dengan kita.” Paulus memperingatkan para Penatua mengenai hal ini dalam Kisah Para Rasul 20:28-30. Bandingkan juga dengan Yudas 4; Efesus 4:14; Matius 7:15; Ulangan 13:1-5; Efesus 5:6; 2 Tesalonika 2:3,4; II Yohanes 7.

Musuh yang paling hebat bagi iman kristen bukan musuh yang diluar, yaitu musuh yang secara terang-terangan melawan dan mencari kesempatan untuk menghancurkan iman kristen dan Alkitab. Musuh yang paling ditakuti dan paling efektif ialah musuh yang di dalam – yang mengaku diri sebagai orang kristen, yang memakai gaya bicara dan kata-kata kristen, yang mengenakan pakaian/jubah kristen, memakai titel kristen dan berpartisipasi dalam upacara keagamaan yang dianggap kristiani—namun sebenarnya mereka adalah srigala-srigala yang memakai pakaian domba.

A. Liberal – Injili – Fundamental.

Tidak seperti yang disangka umum, pada masa kini bukan hanya ada dua posisi teologia – Liberal atau Fundamental. Ada suatu kelompok yang berada di tengah-tengah, yang dikenal sebagai kelompok Injili. Pendapat kaum noe-ortodoks ini dinyatakan oleh salah seorang pemimpin mereka. Dia berkata bahwa orang-orang “liberal” telah pergi terlalu jauh dari iman nenek moyang mereka. Mereka harus berbalik kembali. Akan tetapi ke mana seharusnya mereka pergi – bukan kepada fundamental yang ekstrem yang dianut nenek moyang mereka. Mereka harus mencari suatu perpaduan, suatu kompromi, suatu tempat ditengah-tengah di mana para fundamentalis dan liberal dapat menyetujui. Tempat ditengah-tengah itu –adalah suatu bahaya yang mengerikan seperti seekor srigala berpakaian domba.

1. Hal pertama yang dilakukan kaum injili adalah melepaskan doktrin mengenai Firman yang diilhamkan secara lisan. Ketika itu dilepaskan, segala sesuatu yang lain akan ikut hilang juga. Sebenarnya doktrin itu merupakan batu karang kekristenan. Fundamentalis percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah yang diilhamkan secara lisan, kebenaran tanpa kesalahan. Kaum Injili berkata bahwa doktrin ini perlu diselidiki lagi. Liberalisme menolak otoritas Alkitab sebagai Firman Allah yang tanpa kesalahan dan cenderung menginterpretasikan Alkitab dalam pemahaman ilmu pengetahuan modern dan filsafat. Di dalam artikelnya, “We are more than Evangelicals,” Dr. Chester Tulga berkata, “Injili dalam bentuknya sekarang merupakan suatu bentuk fundamentalisme yang sudah dicairkan dan dirembes, kekurangan sikap positifnya fundamentalis dan kemantapan Injili yang sungguh-sungguh.