Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2011

KETAHUILAH BAHWA GOSIP ADALAH KEJAHATAN

Seorang penulis Novel dari Inggris, George Meredith, pernah berkata, “Gosip adalah hewan pemangsa yang bahkan tidak sudi menunggu sampai korbannya mati dahulu.” Menyebarkan gosip adalah seperti olaraga berburu yang dilakukan secara diam-diam untuk menghancurkan nama baik orang lain. Nama baik merupakan harta milik yang paling berharga. Alkitab berkata, “Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar.” (Amsal 22:1). Dan seorang penggosip menghancurkannya.

Seorang penggosip yang sudah mendarah daging senang menyaksikan nama baik seseorang hancur berkeping-keping. Seperti yang dikatakan dalam Amsal 16:28, “Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.”

Seorang penggosip sering pura-pura dapat menyimpan rahasia. Bisanya seorang penggosip memulai rentetan ucapannya dengan “Kau harus berjanji tidak akan menceritakan omonganku ini kepada Udin karena si Udin menyuruhku bersumpah untuk tutup mulut....” Kedengarannya sangat rahasia. Tetapi, jika memang demikian, mengapa ia menceritakan rahasia itu kepada Anda? Anda lihat seorang penggosip tampaknya menjaga rahasia, namun tindakannya bertolak belakang. Ia menyampaikan rahasia itu kepada siapa pun yang mau mendengarnya. Seharusnya, tidaklah mengejutkan bahwa bila ia menceritakan rahasia Udin, ia akan menceritakan rahasia Anda pula.

Seorang penggosip seperti ular yang menyemburkan bisa kepada semua orang. Hal yang satu ini dapat menghancurkan pernikahan, membunuh karier, merusak nama baik, menyebabkan sakit hati, mengakibatkan kesedihan yang mendalam, dan membuat orang yang tidak bersalah menangis dengan diam-diam di atas bantal mereka.

Gosip telah mewabah di dunia sejak manusia dapat berbicara. Rasul Paulus memperingatkan mengenai kuasa yang menghancurkan akibat gosip dan hukuman yang berlaku bagi “penggosip dan orang yang suka mencampuri urusan orang lain.” Yang mengucapkan “hal-hal yang tidak pantas” (1 Timotius 5:13).

Penulis sejarah dari Yunani seangkatan Homer, Hesiod, menyatakan pada bagian akhir Worlds and Days: “Gosip itu membahayakan, gampang, dan mudah ditimbulkan, namun sangat menyakitkan untuk dirasakan dan sulit dihindari. Gosip tidak pernah lenyap seluruhnya.”

Gosip membuat orang menjadi kecil. Benar-benar tidak ada sesuatu yang menjanjikan dalam gosip. Menurut Penulis terlaris Versi New York Times, John C. Maxwell, Gosip mengurangi pribadi orang yang dibicarakan, mengurangi pribadi orang yang mengatakan hal-hal buruk tentang orang lain, dan bahkan menghancurkan orang yang mendengarkan. Itulah sebabnya Anda tidak saja harus menghindari menyebarkan gosip tetapi juga menghindari menjadi penerima gosip. Sebenarnya, tidak berkata apa-apa dan mendengarkan lebih banyak gosip dengan penuh minat membuat Anda sama bersalahnya dengan seorang penggosip.

Tidak diragukan lagi bahwa gosip adalah kejahatan, namun kejahatan ini tidak pernah menjadi lebih terkenal. Saat ini gosip mengisi lebih dari lima puluh acara perbicangan di televisi, lebih dari empat puluh kolom surat kabar, lusinan majalah, dan paling sedikit tiga tabloid terbesar.


PENGERTIAN UMUM MENGENAI GOSIP
Dalam pengertian yang paling umum, gosip dapat diartikan sebagai keterangan pribadi tanpa disertai bukti yang mendukung. Dalam hal ini seseorang harus mampu membedakan antara informasi pribadi yang dapat menghasilkan manfaat dan informasi pribadi yang hanya berbau gosip.

Para ahli yang telah mempelajari gosip percaya bahwa kita semua kadang-kadang menuruti keinginan hati untuk sedikit bergosip karena membicarakan orang lain merupakan bagian dari pembawaan yang bersifat kebiasaan dalam diri kita, yang ditanamkan dalam pikiran kita baik secara sosial maupun secara kejiwaan.

BAGAIMANA MENGATASI SEORANG PENGGOSIP????

Seharusnya setiap informasi yang Anda dengar Anda dapat berkata, “Apa kamu yakin bahwa yang kamu katakan itu benar atau hanya perkiraanmu?” Tujuannya adalah untuk benar-benar meneliti pernyataan yang tidak berdasarkan bukti-bukti; kalau tidak, berarti Anda diam-diam menyetujui perkataan Penggosip itu. Setelah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli sosiologi dari Universitas Indiana, Donna Eder, menunjukkan bahwa reaksi seseorang terhadap gosip membantu menentukan hasil dari pokok permasalahan. Selama tiga tahun, Eder mendengarkan berbagai percakapan dari tujuh puluh sembilan gadis. Eder menEmukan bahwa kerusakan akibat gosip menjadi berkurang bila setelah menerima informasi selengkapnya orang itu mendukung atau sebaliknya membela orang yang diperbincangkan. Sebaliknya, jika ia turut mengambil bagian dalam gosip itu, seringkali akibatnya adalah pembunuhan karakter. Sebagaimana dikatakan dalam Amsal 26:20, “Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran.” Sebuah gosip biasanya hanya membesar-besarkan masalah sepele dengan cara menambah-nambahi kotoran.

Kadang-kadang tidaklah mudah untuk tetap bersikap tenang dan acuh tak acuh terhadap seorang Penggosip. Sebisa mungkin belokkan arah percakapan yang penuh dengan gosip tanpa harus menyalahkan si Penggosip. Namun seringkali ini merupakan pekerjaan yang mustahil. Anda tidak dapat menghentikan semua gosip yang timbul. Jadi kalau ternyata sulit menghindari diri dari sebuah gosip, susunlah sebuah rencana. Jangan katakan apapun dan teruslah melangkah. Kadang-kadang menolak untuk terlibat dalam sampah adalah lebih baik daripada mengucapkan kata-kata menjemukan yang melekat dalam tenggorokan Anda.

Bila seseorang mencoba bercerita kepada Anda mengenai sesuatu yang tidak ingin Anda dengar, Anda tidak perlu terjebak. Hentikan saja ucapan penggosip itu dengan cara tidak mendengarkan rahasia yang ia kemukakan. Pakailah salah satu dari jawaban-jawaban di bawah ini untuk menanggapi perkataan khas yang diucapkan seorang penggosip.

Si Penggosip: “Bisakah kamu menyimpan rahasia?”
Anda: “Sebenarnya tidak bisa.”

Si Penggosip: “Ada sesuatu yang ingin kuceritakan kepadamu, tetapi aku tidak yakin apakah aku
harus mengatakannya.”
Anda: “Karena itu jangan menceritakannya.”

Penggosip: “Apa kamu mendengar apa kata orang tentang si Anu?”
Anda: “Maksudmu ia begitu baik sehingga hanya orang dungu yang akan menjelek-jelekkannya.”

Kepiawaian Anda dalam menjawab akan sangat bergantung pada gaya Anda, tetapi Anda dapat menghindari untuk tidak membuka jalan bagi arus gosip jika Anda siap dengan beberapa jawaban tegas yang pasti.

Apakah Anda memetik suatu keuntungan dari gosip mengenai diri Anda? Pernahkah Gosip menjadi sesuatu yang baik? Ada begitu banyak kebaikan dalam hal yang terburuk dan begitu banyak keburukan dalam hal yang terbaik dari diri kita sehingga akhirnya hampir tidak satu pun di antara kita yang membicarakan sesama kita.

Sebaiknya kita berdoa, “Tuhan, tolonglah aku hari ini. Jangan biarkan aku menyakiti siapa pun dengan mulutku.”

Ketahuilah kepada siapa Anda menceritakan rahasia Anda. Saya memiliki seorang sahabat yang sangat saya kasihi dan saya selalu menikmati saat-saat kebersamaan dengannya, tetapi saya tidak akan mempercayakan rahasia saya kepadanya. Ia hampir tidak dapat menjaga rahasia terkecil sekalipun dan saya tidak siap mempercayakan rahasia besar saya kepadanya. Namun, apakah ini berarti kita tidak bisa menjadi sahabat baik? Tentu saja tidak. Yang saya lakukan hanyalah tidak menceritakan kepadanya hal-hal yang ingin saya rahasiakan.

Empat tahun yang lalu saya mendapati diri saya menjadi sasaran gosip yang tidak beralasan dan sangat menghancurkan. Menurut selentingan yang berembus dari kawan-kawan sekerja, saya dituduh telah melakukan perzinahan dan kawin siri. Tentu saja itu tidak benar. Jadi, karena percaya bahwa gunjingan itu pada akhirnya akan berhenti, maka saya ambil sikap tidak peduli. Namun jika gosip itu semakin meningkat dan tidak main-main, saya harus segera mengambil tindakan. Saya harus menghadapi secara langsung pernyataan tanpa bukti itu tanpa membuang waktu. Dan utnuk membantu Anda melakukannya, Anda dapat mempertimbangkan bahwa Anda memiliki seorang sahabat yang dapat dipercaya dan yang memihak Anda.

Ingatlah seseorang tidak dapat menarik kembali peluru yang baru ia tembakkan demikianlah juga dengan seorang penggosip, ia tidak dapat “menarik kembali” gunjingan yang ia katakan. Sekali terucap, gosip itu tersebar. Dan masalahnya gosip itu tidak akan berhenti mendesing sebelum melukai sejumlah orang. Namun, akhirnya ada Seseorang yang dapat memberi kita rasa aman. Seseorang yang dapat kita percayai melebihi siapa pun. Dalam Mazmur 62 Daud menulis, “
Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.
Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela (Mazmur 62:6-9)

Catatan:
1. Les Parrot III PH.D, High-Maintenance Relationship, Jakarta: Metanoia
Publishing, 2006.
2. John C. Maxwell, The Maxwell Daily Reader, Jakarta: BIP, 2011.

Kamis, 13 Oktober 2011

ALLAH TAHU ANDA MEMBUTUHKAN SEORANG SAHABAT KARIB

I Samuel 18:1,3
Allah tahu bahwa Daud membutuhkan seorang sahabat karib untuk mengiringinya melalui lembah yang ada didepannya. Dalam hidup kita, sahabat yang baik itu sedikit jumlahnya. Seringkali kita hanya memiliki satu, kadang-kadang dua...Biasanya tidak lebih dari tiga di dalam seluruh hidup kita.

Sahabat yang baik itu, menurut pemaparan Charles Swindoll, dalam bukunya tentang Daud memberikan empat karakteristik yang ditemukan kisahnya di dalam persahabatan Daud dengan Yonatan.

Pertama, Seorang sahabat yang baik bersedia untuk berkorban. Anda tidak perlu merengek-rengek minta bantuan dari seorang sahabat baik, tepat seperti itulah hubungan Daud dengan Yonatan. 1 Samuel 18:4.

"Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya."

Yonatan ingin memberikan sesuatu yang dimilikinya dan yang berarti baginya kepada Daud. Sahabat-sahabat melakukan hal yang seperti itu. Mereka tidak pernah kikir dengan milik mereka. Kemudian, Yonatan berkata kepada Daud, "Apapun yang kau katakan, akan kulakukan untukmu." (1 samuel 20:4).

Kedua, Seorang sahabat yang baik adalah seorang pembela yang setia di depan orang lain. Dia bukan hanya teman disaat kita kaya, dia tidak mengatakan hal-hal yang tidak baik tentang Anda ketika Anda tidak ada. Dikatakan, "Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul" (1 Samuel 19:4). Hal itu sangat penting, karena Saul bukan hanya raja dan ayah Yonatan, tetapi juga, pada waktu itu, Saul telah memutuskan untuk menjadi musuh Daud. Tetapi Yonatan berdiri dihadapan ayahnya, dan berkata, "Pa, papa salah menilai Daud." Sebenarnya, dia tidak hanya membela sahabatnya, dia juga menegur ayahnya karena tindakannya kepada Daud.

Ketiga, Sahabat yang baik saling memberikan kebebasan total untuk menjadi diri mereka sendiri. Ketika Anda mempunyai sahabat sedekat ini, yang jiwanya berpadu dengan jiwa Anda, Anda tidak perlu menjelaskan mengapa Anda melakukan hal yang Anda lakukan. Anda hanya melakukannya saja. I Samuel 20:41 dan 23::15-16.
Ketika hati Anda hancur, Anda dapat mencurahkan segala perasaan Anda kepadanya dan dia akan mengerti. Sahabat yang baik tidak akan menghadapkan kesedihan Anda dengan membagikan tiga ayat kepada Anda, kemudian menyuruh Anda untuk berdiri tegak. Ketika seorang sahabat baik sedang berduka, biarkan dia berduka. Jika seorang sahabat baik merasa ingin menangis, biarkan dia menangis. Jika sahabat karib ingin mengeluh, dengarkanlah. Anda dapat menjadi diri Anda sediri, tidak peduli seperti apa pun diri Anda.

Keempat, seorang sahabat yang baik adalah sumber dorongan yang tetap. 1 Samuel 23:15-16. Pikirkanlah hal ini. Ada seorang pembunuh yang mengejar Daud, dan namanya adalah Saul (ayah Yonatan). Daud sedang berada di padang gurun, dan kapan saja, dibalik semak atau batu atau bukit manapun, Saul dan orang-orangnya mungkin sedang menunggu untuk membunuhnya. Saul yang kejam dan penuh dengan kebencian menghantui hidup Daud. Dan apa yang dilakukan Yonatan, anak dari si pembunuh itu? Dia menguatkan sahabatnya. Wow! sahabat seperti itulah yang harus dimiliki. Dia mendatangi Daud pada moment yang paling rendah di dalam hidupnya, sedang ketakutan, sedangterkepung , sedang terhalang disepanjang pada belantara, dan dia memberi dorongan kepadanya.

Jadi saudara, MEMPUNYAI SAHABAT YANG BAIK MEMBANTU KITA MENGHADAPI APA PUN YANG MENGHALANGI JALAN KITA. Jika Anda tidak mempunyai seorang sahabat, mintalah agar Allah memberikan seorang kepada Anda .. seorang yang dapat Anda hubungi dan yang akan menjadi sumber kekuatan dan dukungan.

Jumat, 28 Januari 2011

APAKAH ANDA SEORANG YANG REALISTIS ATAU FANTASTIS?

Yakobus 1:19-27

Pernahkah Saudara ditipu oleh seseorang – seseorang menggunakan tipu muslihatnya atau trik atau mengambil keuntungan dari mu dalam beberapa cara? Ini adalah suatu hal yang sama sekali tidak menyenangkan kalau kita merasa dimanfaatkan atau ditipu. Tetapi ada sesuatu yang lebih buruk lagi – yaitu ketika Saudara menipu diri saudara sendiri!! Seseorang pernah berkata, “Tidak ada penipuan yang lebih buruk daripada penipuan diri sendiri.”

Di ayat-ayat sebelumnya kita melihat bagaimana memiliki kemenangan atas pencobaan-pencobaan. Disitu juga kita melihat bahwa Iblis adalah musuh kita dan dia berusaha menipu kita dan membuat kita jauh dari Tuhan.

Sekarang Yakobus mulai menguraikan suatu bentuk tipuan yang berbeda – yaitu penipuan terhadap diri sendiri. Penipuan terhadap diri sendiri ini merupakan bagian rohani yang paling lazim.

Banyak orang telah menipu diri mereka sendiri supaya mereka akan pergi kie surga.
Matius 7:22-23 –

Kejadian yang menyedihkan dari penipuan terhadap diri sendiri ini justru dilakoni oleh orang-orang yang sangat religius, yang mati tanpa pengharapan dan tanpa Allah.

Tetapi Yakobus tidak menulis ini untuk orang yang belum selamat – dia sedang menulis untuk orang-orang Kristen. Perhatikan kata pertama dari teks kita adalah kata "wherefore" (KJV)- artinya “karena apa yang terjadi sebelumnya.”

Apa yang terjadi sebelumnya? Lihat ayat 18.

Yakobus sedang berbicara mengenai mereka yang telah dilahirkan kembali ke dalam keluarga Allah.

Saudara lihat, Bukan hanya orang-orang yang belum selamat yang dapat menipu diri sendiri, bahkan orang-orang Kristen sendiri juga menipu diri mereka sendiri Jelas, dia menyebutnya dua kali dalam teks kita ini:

Ayat 22 “…kamu menipu diri sendiri.”
Ayat 26 “…ia menipu dirinya sendiri” -- KJV "...deceiveth his own heart..."

Ingatlah – bahwa thema kitab Yakobus ini adalah kedewasaan rohani.
Anak-anak hidup dalam dunia fantasi – Suka memainkan atau berlaku seperti dalam dunia yang asing baginya. Tetapi ketika anak-anak bertambah besar, diharapkan bahwa mereka mulai bersikap realities.

Hal yang sama berlaku juga dalam kehidupan seorang Kristen -- namun demikian gereja-gereja pada masa kini dipenuhi dengan orang-orang Kristen yang hidup dengan dunia fantasi. Mereka berpikir mereka adalah rohani. Tetapi dalam kenyataannya mereka adalah duniawi.

Bagaimana saudara tahu di mana saudara berdiri? Yakobus memberikan kepada kita tiga bukti yang akan nampak dalam kehidupan mereka yang sungguh-sungguh dewasa secara rohani.

Ayat 26-27
1. Dia akan mengendalikan lidahnya – kita dapat melihat hal ini lebih banyak lagi dalam pasal 3.

2. Dia akan melayani orang-orang lain.

3. Dia akan menjaga dirinya sendiri dari dunia yang cemar ini.

Jadi pertanyaan yang saya inginkan kita pertimbangkan adalah – apakah Saudara seorang yang realities? Apakah saudara, sebagai anak Tuhan, nampak sama seperti yang saudara nyatakan.; atau apakah saudara sedang menipu diri saudara sendiri?

Jawaban untuk pertanyaan –pertanyaan ini, kita harus memahami bahwa kedewasaan rohani mulai dengan suatu hubungan yang benar dengan Firman Allah.

Daud disebut sebagai seorang “yang dekat dihati Allah.” Mengapa? Karena hubungan kasihnya dengan Firman Allah – baca Mazmur 119.

Saudara tidak dapat memiliki hubungan yang benar dengan Allah – dan saudara tidak dapat menjadi dewasa secara rohani – sampai Saudara memiliki hubungan yang benar dengan Firman Allah.

Ayat 21 “……terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.”

Ada banyak orang Kristen yang per4gi ke gereja dan menghadiri “Bible studies” – tetapi mereka tidak sungguh-sungguh nampak nyata menjadi dewasa secara rohani. Mengapa? Karena harus lebih menerima firman Allah dari pada sekedar mendengarnya saja. Perhatikan dua ayat berikut:

Markus 4:24 " …Camkanlah apa yang kamu dengar!..."

Ada banyak kesalahan di dalam dunia sekarang ini – banyak doktrin palsu. Kita harus hati-hati dengan apa yang kita dengarkan.

Lukas 8:18 " Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar….. "

Kita harus berhati-hati dengan apa yang kita dengar dan bagaimana kita mendengar.
Yakobus mengatakan bahwa kita menerima Firman Allah dengan “lemah lembut” – yaitu, kita mendengar firman Allah dengan rendah hati.

Jumat, 01 Januari 2010

Renungan: MEMASUKI TAHUN BARU DENGAN PENUH KEYAKINAN

Filipi 4:19, 2 Raja-raja 4:1-7

Introduction: Pada saat kita mendengar kesaksian-kesaksian di malam menjelang tahun baru, kita melihat bagaimana Allah telah memberkati kita dengan limpahnya ditahun 2009. Namun masih saja iman kita kecil, kita mungkin memasuki Tahun Baru dengan ketakutan dan kekuatiran mengenai keperluan-keperluan kita. Namun pagi ini, melalui janji Allah dalam Filipi 4:19, kita akan menghalau rasa takut kita tersebut. Rasul Paulus menulis ayat ini, dibawah inspirasi Roh Kudus, ketika dia berada dalam keadaan sengsara di penjara Roma (Filipi 1:13—“ Sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.”). Allah telah menyediakan semua kebutuhannya dengan luar biasa (Roma 8:32—“ Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”)—Termasuk keperluan jasmani dari jemaat di Filipi yang telah berkorban mengirim pemberian kepadanya.

Ayat 14-18.
Paulus memuji jemaat di Filipi sebab sejak injil mulai dikabarkan di Filipi, mereka sudah memberi sokongan kepada Paulus. Pemberian-pemberian jemaat Filipi datang kepada Rasul Paulus, dan daripada Rasul Paulus datang kepada mereka berkat-berkat rohani. Itu juga sesuai dengan perkataan Paulus dalam 1 Korintus 9:11 –“Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihank kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu?”. Jemaat diFilipi mengadakan hutang piutang dengan Paulus, yaitu pemberian jasmani menuai pemberian rohani. Nyata bahwa mereka sudah beberapa kali memberi pemberian kepada Rasul Paulus. Akan tetapi yang dirindukan Paulus bukan pemberian, melainkan buah-buah yang melimpah kepada mereka. Dengan tulus ikhlas Rasul Paulus berterima-kasih kepada mereka dalam hal ia menyebut pemberiannya satu persembahan yang harum kepada Allah. Apakah akibat segala kebajikan orang-orang Filipi?

Paulus menjawab atas pertanyaan itu dalam ayat 19—“Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” Janji ini tidak dapat dilepaskan dari ayat 18—“Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.” Dua hal itu saling berhubungan, Paulus ingin agar orang-orang Filipi insyaf bahwa Tuhan setia adanya: Tuhan sudah memenuhi keperluan Rasul Paulus dan oleh karena itu ia juga akan memenuhi keperluan mereka. Dengan kata lain, Tuhan memenuhi keperluan orang yang memenuhi keperluan hamba-hamba Tuhan. Hanya orang yang yang sudah berbuat seperti orang Filipi yang berhak menuntut janji dalam ayat 19. Namun harus disadari bahwa janji ini bukan hanya keperluan-keperluan jasmani saja, tetapi juga keperluan rohani.


Rabu, 23 Desember 2009

Keyakinan akan Tuhan

Nats: 2 Tawarikh 16:8-9

Sebuah pandangan yang positif mengenai diri sendiri sama sekali bukan merupakan suatu syarat untuk dapat melayani Tuhan. Dalam kenyataannya, rasa percaya diri yang terlalu tinggi seringkali menjadi halangan untuk menjadi sebuah bejana yang dapat dipakai Tuhan, karena rasa percaya diri tersebut timbul dari sikap bersandar pada kemampuan sendiri, dalam menghadapi orang lain dan peristiwa-peristiwa yang terjadi.

Sebaliknya, keyakinan akan Tuhan adalah bersandar pada kemampuan Tuhan untuk bekerja melalui Anda, dalam menghadapi orang lain dan peristiwa-peristiwa yang terjadi. Di saat Anda memiliki keyakinan akan Tuhan, Anda dapat melupakan kekuatan dan kelemahan diri sendiri, dan menyadari bahwa apapun kondisinya Tuhan dapat tetap menyelesaikan pekerjaanNya. Di saat Anda memiliki keyakinan akan Tuhan, Anda terbebas dari kesombongan maupun rasa rendah diri. Anda dapat memusatkan pikiran pada pekerjaan yang ada dihadapan Anda dan pada kebutuhan orang lain, dan menyerahkan kepada Tuhan bagaimanapun hasilnya nanti, karena Tuhanlah yang berhak.

Apakah Anda mengerti perbedaan antara kedua konsep di atas? Sederhana saja: konsep yang pertama berfokus pada kemampuan pada diri sendiri, sedangkan konsep yang kedua berfokus pada kemampuan Tuhan. Yang pertama berfokus pada hasil yang sementara; sedangkan yang kedua berfokus pada hasil yang kekal. Jauh lebih baik bila kita menyelesaikan suatu perkara—di dalam kehidupan ini—suatu hasil yang kekal, dengan berjalan di dalam keyakinan akan Tuhan, daripada menyelesaikan banyak perkara dengan menggunakan ukuran dunia, hanya untuk mendapatkan pujian dari manusia. Akan merupakan saat yang menakutkan bagi mereka yang telah membangun gereja yang besar dengan bersandar pada karisma seseorang sewaktu mereka sendiri berdiri dihadapan takhta, dan Tuhan berkata bahwa jumlah jemaat mereka yang sangat besar itu hanya merupakan rumput kering dan jerami saja. Sungguh merupakan saat yang sangat membahagiakan bagi seorang ibu rumah tangga sederhana yang dengan tenang melayani wanita lain dilingkungannya, tetapi ia melakukannya untuk kemuliaan Tuhan dan dengan kekuatan Tuhan. Besarlah hadiah yang menanti bagi wanita ini.


Mengapa Orang Kristen Menderita?

I. PENDAHULUAN
Pertanyaan, “Mengapa orang kristen menderita?” merupakan pertanyaan yang telah diajukan ribuan kali oleh umat Tuhan di setiap generasi. Jika Allah itu baik dan mengasihi, orang-orang kristen masih harus menderita kesusahan, pencobaan, penganiayaan, penyakit dan kesakitan? Alkitab memberikan banyak alasan bagi penderitaan kristen dan penderitaan ini tidak akan berhenti sampai Tuhan Yesus Kristus datang untuk mengubah segala sesuatu. Ada beberapa pelajaran yang Allah ajarkan di mana kita mempelajarinya melalui penderitaan, kesukaran dan kesakitan. Yesus sendiri harus menderita untuk kesalamatan kita – Ibrani 2:10 dan Yohanes 16:33.

Ketika Allah menyelamatkan kita, Dia memulai sebuah pekerjaan yang sasarannya adalah mengubah dan menjadikan kita serupa dengan gambar AnakNya Yesus Kristus. Allah begitu mengasihi kita dan tidak membiarkan kita menderita karenaNya. Kita mempelajari pelajaran dan menerima berkat-berkat yang hanya datang melalui penderitaan dan ujian.

Kekristenan telah di liputi oleh darah dari para martir sejak abad pertama. Rasul Paulus menyatakan semangat dan kasihnya untuk Tuhan ketika dia berkata, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,” – Filipi 3:10.

Yesus menderita untuk kita. Dia mati untuk kita. Bapa yang telah mengutus AnakNya untuk mati bagi dosa-dosa kita. Ketika ketika membandingkan penderitaan kita dengan penderitaan Kristus, kita melihat suatu perbedaan yang sangat mencolok. Kita seharusnya tidak akan pernah mengeluh.

II DASAR ALKITAB
Yohanes 16:33; Roma 5:3; 2 Korintus 12:7-9; 2 Timotius 2:12; 3:12; Ibrani 2:10, 18; 12:6; Yakobus 5:13-16; 1 Petrus 3:14-15; 4:12-16.

III. POKOK PIKIRAN DARI KEBENARAN INI
Kekristenan bukanlah sebuah suntikan untuk mencegah penderitaan, pencobaan, dan kesusahan. Di dalam hikmatNya, Allah telah menempatkan halangan atau rintangan di jalan kita, bukan untuk menghalangi atau menyakiti tetapi untuk menguji penyembahan kita kepadaNya. Dia adalah Bapa kita, dan Dia menangani milik kepunyaanNya sebagai anak-anakNya. Dia hanya menghajar mereka yang Dia kasih dan mereka yang adalah milik kepunyaanNya. Bagian dari memperlengkapi – bagian dari pertumbuhan termasuk penderitaaan. Oleh karena itu jikalau Anda seorang kristen, Allah akan menghajar kamu karena Dia mengasihi kamu – Ibrani 12:6.


Rabu, 16 Desember 2009

Menjadi Pendeta, Panggilan Allah atau Panggilan Iblis?

Nats Alkitab: 2 Korintus 11:3-15.

Ada orang yang berusaha menyesatkan jemaat di Korintus. Seharusnya jemaat bersikap hati-hati terhadap segala pengajaran dan guru-guru palsu yang datang kepada mereka. Guru-guru palsu itu adalah alat Iblis dan mereka datang dengan menyamar sebagai malaikat terang, rasul-rasul dan pekerja-pekerja Kristus. Mereka mengaku bahwa mereka memiliki otoritas Ilahi sebagai pelayan-pelayan Allah. Tetapi sebenarnya mereka adalah guru-guru palsu. Mereka mengaku bahwa mereka adalah pelayan-pelayan kebenaran (ayat 15), sebenarnya mereka adalah penipu yang sangat licik. Bahkan mereka mengaku sebagai rasul kelas atas lebih tinggi kedudukannya daripada Rasul Paulus.

Dengan kepandaian mereka berpidato, mereka memperdayakan orang-orang percaya di Korintus dan menyindir Paulus karena tidak becus berpidato. Sebagaimana Hawa diperdaya oleh Iblis, sekarang dia melalui pekerja-pekerjanya, dia mau memperdayakan jemaat di Korintus, demikian pula sekarang dia sedang memperdayakan jemaat-jemaat Tuhan pada masa kini. Dan Rasul Paulus sebagai bapa yang penuh kasih berusaha melindungi jemaat dari guru-guru palsu tersebut dan tidak akan membiarkan jemaat di Korintus disesatkan dari kesetiaannya yang sejati kepada kristus, sama seperti kesetiaan mempelai perempuan kepada suaminya.” (ayat 3).

Namun sayang sekali, jemaat Korintus bersikap terbuka kepada: (Lihat ayat 4).
1) “Yesus yang lain” –Bukan Yesus yang dalam berita Injil.
2). “Roh yang lain”—bukan Roh Kudus.
3) “Injil yang lain” –Kematian Kristus dan iman kepadaNya tidak diberitakan.