Jumat, 28 Oktober 2011

KAMI INGIN ANDA TAHU BAHWA DEDE WIJAYA BUKAN DARI GBII LAGI TAPI DARI GBIA

Dengan ini saya umumkan kepada rekan-rekan semua yang berada di GBII, bahwa Dede Wijaya bukan anggota GBII Malioboro lagi...Dede Wijaya adalah mahasiswa UGM..dia datang ke gereja kami kurang lebih dua tahun yang lalu dan kemudian memberi diri dibaptis setelah mengaku beriman. Setahun kemudian, teman saya mengingatkan saya supaya saya berhati-hati terhadap Dede Wijaya, karena dia sebenarnya adalah kaki tangannya Suhento dari Graphe. Saya positif thingking...tapi saya simpan itu sebagai masukan...Pikir saya apa masalahnya seseorang kenal Suhento, seburuk apakah Suhento itu pikir saya dan saya tidak begitu kenal banyak suhento.

Setelah Fellowship di Bandung tahun 2011, saya mendapat peringatan lagi dari teman dekat saya supaya berhati2 dengan Dede Wijaya...Betul saja..saya terlambat mengantisipasi situasi...Lain kali jangan mudah percaya dengan orang meskipun orang itu mengaku mengkhotbahkan kebenaran...Dari buahnyalah kamu mengenal mereka.

SAYA TIDAK PERLU PANJANG LEBAR MENCERITAKAN HAL BURUK YANG TERJADI DI TEMPAT KAMI...TAPI PUJI TUHAN, JEMAAT YANG KAMI LAYANI CUKUP DEWASA UNTUK MENILAI DAN BAHKAN SIMPATISAN DI GEREJA KAMI TIDAK MUDAH TERPROVOKASI, TAPI POS INJIL YANG KAMI LAYANI BERHASIL DIPENGARUHINYA...TERSERAH KEPADA TUHAN ...TUHAN PEGANG KENDALI.


SEKALI LAGI DEDE WIJAYA BUKAN SAUDARA SEIMAN KAMI DAN KAMI TIDAK ADA LAGI HUBUNGAN DENGANNYA DAN JUGA PELAYANAN POS PI BATU KARANG KAMI...

HATI-HATILAH ..ALAMAT GBII YAG ADA DI WEB SITE SAUDARA MOHON KEPADA SAUDARA DEDE SUPAYA SEGERA MENGHAPUSNYA, ANDA TIDAK ADA IJIN UNTUK MELAKUKAN ITU..HAL INI SUDAH SAYA SAMPAIKAN KEPADA SAUDARA DEDE CUKUP LAMA SUPAYA DIA TIDAK MEMBAWA-BAWA NAMA GBII. ANDA BUKAN ORANG GBII, JUNGKIR BALIKLAH ANDA DI GBIA JANGAN DI GBII...TERIMA-KASIH.

Minggu, 23 Oktober 2011

ALLAH INGIN ANDA TAHU BAHWA DIA MEMBAWA KITA KE TEMPAT KEHAMPAAN UNTUK MENGUBAH JALUR HIDUP KITA DAN BUKAN UNTUK MENGAKHIRINYA

Bacalah Mazmur 142.

Mazmur ini ditulis ketika Daud menjadi seorang pelarian. Dia baru saja menyelinap keluar dari kota Gat dan pergi melarikan diri ke gua Adulam (1 Samuel 22:1).

Di dalam gua itu Daud merasa sudah tidak berdaya lagi. Dia sudah kehilangan pekerjaannya, istrinya, rumahnya, penasehatnya, sahabat karibnya, dan akhirnya dia kehilangan harga dirinya.

Charles Swindoll menyatakan bahwa ini adalah saat yang paling terendah dari kehidupan Daud. Dia tidak memiliki keamanan, dia tidak mempunyai makanan, dia tidak mempunyai orang untuk diajak berbicara, dia tidak mempunyai janji yang dapat diharapkan, dan dia tidak mempunyai harapan bahwa sesuatu akan dapat berubah.

Daud sendirian di dalam gua yang gelap, jauh dari segalanya dan dari semua orang yang dia cintai. Semua orang kecuali Allah.

Tidak heran dia menulis kumpulan nyanyian duka ini, Mazmur 142.

Nyanyian pengajaran Daud, ketika ia ada di dalam gua: suatu doa.
Dengan nyaring aku berseru-seru kepada TUHAN, dengan nyaring aku memohon kepada TUHAN. Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya. Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku. Di jalan yang harus kutempuh, dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku. Pandanglah ke kanan dan lihatlah, tidak ada seorangpun yang menghiraukan aku; tempat pelarian bagiku telah hilang, tidak ada seorangpun yang mencari aku. Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku: "Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang-orang hidup!" Perhatikanlah teriakku, sebab aku telah menjadi sangat lemah. Lepaskanlah aku dari pada orang-orang yang mengejar aku, sebab mereka terlalu kuat bagiku. Keluarkanlah aku dari dalam penjara untuk memuji nama-Mu. Orang-orang benar akan mengelilingi aku, apabila Engkau berbuat baik kepadaku.


Itulah perasaan Daud sebagai seorang penghuni gua. "Tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang menghiraukan aku. Aku menjadi sangat lemah. Lepaskanlah aku, Tuhan."

Dapatkah Anda merasakan sepinya tempat yang terpencil itu? Kelembaban gua itu? Dapatkah Anda merasakan keputusasaan Daud? Merasakan dalamnya jiwanya telah tenggelam? Tidak ada tempat pelarian. Tidak ada yang tertinggal. Tidak ada.

Tetapi di tengah-tengah semuanya itu, Daud tidak melupakan Allah. Ia berseru kepada Allah untuk melepaskannya. Charles Swindoll lebih lanjut menyatakan, dan dari situ kita melihat keadaan hati yang sesungguhnya dari pria itu, tempat terdalam yang hanya Allah saja yang benar-benar bisa melihat, kualitas tersembunyi yang Allah lihat ketika Dia memilih dan mengurapi anak gembala muda dari Betlehem itu.

Saudara-saudara yang saya kasihi, Daud telah dibawa ketempat di mana Allah dapat benar-benar mulai membentuk dan memakainya. Sekolah Alkitab bukanlah tempat dimana Anda dibentuk atau digembleng, sekolah alkitab tidak dapat membentuk karakter Anda seseorang menjadi seperti Kristus. Di sekolah Alkitab seseorang hanya mengandalkan keilmuan saja tetapi kehidupannya belum teruji sampai Anda dibawa ditempat dimana Anda dibentuk dan digembleng adalah tempat di mana Tuhan Allah membawa kita kepada kehampaan, itu adalah tempat untuk mengubah jalur hidup kita, bukan untuk mengakhirinya. Jangan salah paham saya tidak mengatakan bahwa sekolah alkitab itu tidak penting atau tidak baik..itu penting tetapi ketahuilah itu bukan tempat untuk benar-benar akan mengubah karakter Anda.

Daud sendirian di dalam gua, Daud kehilangan semua tempat dia bersandar, namun tidak berarti Daud sudah mati. Itu berarti sudah saatnya untuk mengubah jalur hidup Daud. Tuhan juga membawa Musa, Yusuf dan Ayub, tempat di mana Tuhan Allah membawanya kepada kehampaan.

Tetapi Allah sedang bekerja di sini. Dia sedang mengubah jalur hidup Daud. Memang pria itu sedang berada di dalam gua. Memang, dia merasa tidak berharga. Dia merasa tidak berguna. Dia merasa diperlakukan dengan tidak layak. Dia merasa disalahpahami. Karena itulah dia berada di dalam gua.

KETAHUILAH ALLAH YANG MAHAKUASA SEDANG MEMBAWA KITA KEPADA KEHAMPAAN UNTUK MENGUBAH JALUR HIDUP KITA, BUKAN UNTUK MENGAKHIRINYA ( Charles Swindoll).

Selasa, 18 Oktober 2011

ANDA PERLU TAHU BAHWA TERTAWA MENCEGAH SERANGAN JANTUNG



Telah dibuktikan di Amerika serikat bahwa tertawa bisa mencegah serangan jantung. Direktur Centre for preventive Cardiology Maryland Medical Centre Baltimore Dr. M. Miller telah membuktikan hubungan tertawa dengan serangan jantung. Penyebab serangan jantung antara lain stress yang memicu kerusakan endothelium pembuluh arteri jantung dan mendorong terciptanya kolesterol dalam pembuluh darah. Tertawa bisa menghasilkan zat kimia (kemungkinan niktriosida) yang dapat memperlancar peredaran darah.

Saat stress keluarlah hormon adrenarlin yang menyebabkan jantung berdebar keras. Saat tertawa, tubuh melepaskan hormon adrenalin dan secara otomatis tercipta efek antiadrenalin, ketegangan meredah dan tekanan darah menurun.

Apa yang terjadi saat tertawa? Embusan napas dan dorongan kuat terjadi saat kita tertawa lepas. Tubuh bergoyang diluar kendali. Hal ini terjadi karena adanya tekanan dari otak. Lima belas otot wajah berkontraksi saat tertawa. Sistem pernapasan bekerja sedemikian rupa sehingga menghembuskan napas sambil mengeluarkan suara, dari sekedar suara lirih sampai menggelegar.

Tertawa merangsang berbagai bagian otak, bagian depan, tengah, sampai hipotalamus. Tertawa sangat menunjang kesehatan karena menghambat aliran kortisol,hormon stress yang meningkatkan tekanan darah, menjadi penangkal stress yang paling baik, murah dan mudah.

Disamping itu, sudah menjadi tabiat manusia untuk senang bergaul dengan orang-orang yang humoris. Bila kita berada di dekat seseorang yang pandai melontarkan joke-joke lucu dan "sedikit nakal" maka untuk sementara beban pikiran dan perasaan yang semula sumpek terasa plong dan lega. Setelah itu terasa ada aliran energi dan semangat baru untuk mengatasi berbagai problematika kehidupan. Bila Anda sedang tidak berada di dekat seorang yang humoris, maka bacalah lelucon-lelucon atau cerita-cerita lucu yang ada di website atau buku-buku humor.

Cerita-cerita lucu bukanlah hak milik siapapun. Tak ada yang bisa mengklaim. Tak ada yang tahu siapa yang pertama kali melontarkannya karena cerita-cerita ini disampaikan secara berantai. Jadikanlah lelucon-lelucon tersebut untuk melepaskan kesumpekan yang sedang Anda rasakan dan membuat hidup Anda segar kembali. Setelah itu, ceritakanlah kembali kepada orang lain agar mereka pun merasa senang dan Anda pun akhirnya memiliki penggemar.

Akhir kata, tertawalah karena tertawa itu sehat. Tetapi jangan tertawa sendirian, karena itu bisa jadi adalah gejala-gejala awal bahwa Anda mulai tidak sehat. Hehehehe

Salam Tawa.

Minggu, 16 Oktober 2011

ALLAH TAHU ANDA BUTUH PENYERTAANNYA

I Samuel 18:14

Setelah Daud membunuh Goliat dengan lemparan umbannya, Daud memperoleh popularitas yang instan. Dia menjadi seorang Pahlawan nasional. Orang-orang mulai memujinya. Saul bersikap baik dengan memenuhi janjinya, memberi kekayaan kepada orang yang membunuh Goliat. Pada titik ini, berdasarkan pemaparan Charles Swindoll dalam bukunya yang berjudul Daud kehidupan Daud dibukakan menjadi empat relasi yang berbeda:
1. Relasi berupa ketaatan kepada Saul
2. Relasi kasih sayang terhadap putera Saul
3. Relasi peninggian atau pengagungan dari rakyat Israel.
4. Relasi beruapa pertentangan dengan Saul yang bertahan sampai bertahun-tahun.

Sekarang kita sampai pada relasi ketiga di dalam kehidupan Daud yaitu relasi dari peninggian atau pengagungan dari rakyat Israel. 1 Samuel 18:5.
Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai-pegawai Saul.

Sekarang walaupun Daud belum pernah ikut berperang namun sudah dipercayakan mengepalai pasukan, dan dia melakukannya dengan sangat baik sehingga pegawai-pegawai raja menjadi terkesan dibuatnya.

Walaupun dia masih muda dan tidak berpengalaman, Daud tahu bagaimana harus bersikap terhadap orang lain. Para pelayan menyukainya. Para pasukan mengikutinya. Dan bahkan Saul, ketika tidak berada di dalam cengkraman roh jahat menghormatinya.
Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa." 1 Samuel 18:6-7

Mereka menyanyi dan menari di jalan-jalan, menyambut dan menghormati anak muda ini, yang telah membela nama Allah ereka. Jika ada satu pernyataan yang paling tepat untuk menggambarkan Daud pada saat ini di dalam hidupnya, maka pernyataan itu adalah:
Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab Tuhan menyertai dia. 1 Samuel 18:14.
Empat kali Daud dikatakan “berhasil” di dalam pasal ini. Hal ini membuat saya tertarik, maka saya melihat kata Ibrani sakal yang merupakan asal kata dari kata “berhasil”. Saya menemukan dua hal yang membuka wawasan mengenai istilah tersebut.

Amsal 10:19 menjelaskan yang pertama, “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi (sakal).”
Seorang yang berakal budi (yang berhasil), tahu bagaimana menjaga mulutnya tertutup. Namun ketika dia membuka mulutnya, dia membukanya dengan bijaksana. Itulah tanda seorang yang sakal. Itulah Daud.

Wawasan kedua, ada di dalam Amsal 21:11, “Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, dan jikalau orang bijak diberi pengajaran (sakal), ia akan beroleh pengetahuan.”

Orang yang sakal adalah orang yang dapat diajar. Daud adalah orang yang seperti itu. Dia bijaksana karena dia menjaga bibirnya, dia menyimpan roh yang dapat diajar. Secepat apapun kenaikan pangkat atau setinggi apapun pengagungan itu, kita tidak boleh kehilangan sifat dapat diajar. Kita tidak bisa mencapai suatu tingkat di mana kita berada di atas kritikan atau kita tidak lagi membutuhkan masukan dari orang-orang lain. Dan terus terang, ada saat-saat ketika pelajaran yang paling baik dapat dipelajari dari musuh-musuh kita.

Kamis, 13 Oktober 2011

ALLAH TAHU ANDA MEMBUTUHKAN SEORANG SAHABAT KARIB

I Samuel 18:1,3
Allah tahu bahwa Daud membutuhkan seorang sahabat karib untuk mengiringinya melalui lembah yang ada didepannya. Dalam hidup kita, sahabat yang baik itu sedikit jumlahnya. Seringkali kita hanya memiliki satu, kadang-kadang dua...Biasanya tidak lebih dari tiga di dalam seluruh hidup kita.

Sahabat yang baik itu, menurut pemaparan Charles Swindoll, dalam bukunya tentang Daud memberikan empat karakteristik yang ditemukan kisahnya di dalam persahabatan Daud dengan Yonatan.

Pertama, Seorang sahabat yang baik bersedia untuk berkorban. Anda tidak perlu merengek-rengek minta bantuan dari seorang sahabat baik, tepat seperti itulah hubungan Daud dengan Yonatan. 1 Samuel 18:4.

"Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya."

Yonatan ingin memberikan sesuatu yang dimilikinya dan yang berarti baginya kepada Daud. Sahabat-sahabat melakukan hal yang seperti itu. Mereka tidak pernah kikir dengan milik mereka. Kemudian, Yonatan berkata kepada Daud, "Apapun yang kau katakan, akan kulakukan untukmu." (1 samuel 20:4).

Kedua, Seorang sahabat yang baik adalah seorang pembela yang setia di depan orang lain. Dia bukan hanya teman disaat kita kaya, dia tidak mengatakan hal-hal yang tidak baik tentang Anda ketika Anda tidak ada. Dikatakan, "Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul" (1 Samuel 19:4). Hal itu sangat penting, karena Saul bukan hanya raja dan ayah Yonatan, tetapi juga, pada waktu itu, Saul telah memutuskan untuk menjadi musuh Daud. Tetapi Yonatan berdiri dihadapan ayahnya, dan berkata, "Pa, papa salah menilai Daud." Sebenarnya, dia tidak hanya membela sahabatnya, dia juga menegur ayahnya karena tindakannya kepada Daud.

Ketiga, Sahabat yang baik saling memberikan kebebasan total untuk menjadi diri mereka sendiri. Ketika Anda mempunyai sahabat sedekat ini, yang jiwanya berpadu dengan jiwa Anda, Anda tidak perlu menjelaskan mengapa Anda melakukan hal yang Anda lakukan. Anda hanya melakukannya saja. I Samuel 20:41 dan 23::15-16.
Ketika hati Anda hancur, Anda dapat mencurahkan segala perasaan Anda kepadanya dan dia akan mengerti. Sahabat yang baik tidak akan menghadapkan kesedihan Anda dengan membagikan tiga ayat kepada Anda, kemudian menyuruh Anda untuk berdiri tegak. Ketika seorang sahabat baik sedang berduka, biarkan dia berduka. Jika seorang sahabat baik merasa ingin menangis, biarkan dia menangis. Jika sahabat karib ingin mengeluh, dengarkanlah. Anda dapat menjadi diri Anda sediri, tidak peduli seperti apa pun diri Anda.

Keempat, seorang sahabat yang baik adalah sumber dorongan yang tetap. 1 Samuel 23:15-16. Pikirkanlah hal ini. Ada seorang pembunuh yang mengejar Daud, dan namanya adalah Saul (ayah Yonatan). Daud sedang berada di padang gurun, dan kapan saja, dibalik semak atau batu atau bukit manapun, Saul dan orang-orangnya mungkin sedang menunggu untuk membunuhnya. Saul yang kejam dan penuh dengan kebencian menghantui hidup Daud. Dan apa yang dilakukan Yonatan, anak dari si pembunuh itu? Dia menguatkan sahabatnya. Wow! sahabat seperti itulah yang harus dimiliki. Dia mendatangi Daud pada moment yang paling rendah di dalam hidupnya, sedang ketakutan, sedangterkepung , sedang terhalang disepanjang pada belantara, dan dia memberi dorongan kepadanya.

Jadi saudara, MEMPUNYAI SAHABAT YANG BAIK MEMBANTU KITA MENGHADAPI APA PUN YANG MENGHALANGI JALAN KITA. Jika Anda tidak mempunyai seorang sahabat, mintalah agar Allah memberikan seorang kepada Anda .. seorang yang dapat Anda hubungi dan yang akan menjadi sumber kekuatan dan dukungan.

Rabu, 09 Februari 2011

ALLAH MAU SUPAYA ANDA MELAKUKAN YANG BENAR TERHADAP MEREKA YANG MEMPERLAKUKAN KAMU DENGAN SALAH

By: Pdt. Yakub H.

Yakobus 5:7-12

Saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan bodoh yang sering ditanyakan:
1. Pernahkah Saudara mengalami di mana seseorang memperlakukan Saudara dengan salah? Tentu saja sudah pernah!
2. Pernahkah saudara ingin menghadang seseorang dan mengadakan suatu pembalasan? Tentu saja pernah!!

Tetapi sebagaimana akan kita lihat hari ini, ada cara yang lebih baik! Di dalam surat Yakobus ini, kita melihat bahwa buku ini ditulis untuk beberapa orang Yahudi yang sedang menghadapi saat-saat yang sangat sulit:

1. Beberapa diantaranya mereka tidak dapat menolong – pasal 1 – Mereka telah dicerai-beraikan oleh penganiayaan.
2. Beberapa di antaranya disebabkan oleh diri mereka sendiri – Pasal 2 – Penganiayaan yang mereka derita ditangan orang-orang kaya yang mereka telah bawa ke dalam jemaat.

Tetapi bagaimana orang-orang percaya miskin ini bersikap ketika penganiayaan berubi-tubi datang kepada mereka? Jawabannya terdapat dalam ayat 7: “Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan!”

Ketika seseorang menganiaya kamu dan memperlakukan kamu dengan kasar – Saudara tidak harus menanggapinya dengan roh kemarahan dan pembalasan dendam. Tetapi Saudara harus menjadi sabar melalui waktu-waktu ujianmu dengan keyakinan bahwa Yesus Kristus akan datang lagi – dan ketika Dia datang, Dia akan membuat segala sesuatu benar – Dia akan menyeimbangkan buku – buku ini.

Roma 12:19-21 – “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”

Dalam teks ini, Yakobus akanb memberikan tiga contoh praktis dari kesabaran oraang saleh – Marilah kita mempertimbangkan tiga contoh utama ini bersama-sama selama beberapa menit:

I. Kesabaran petani . – Ayat 7.

“Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.” --KJV “until he receive the early and latter rain.”


Petani pergi keluar dan bekerja keras dan cukup lama.
1. Membajak tanah.
2. Menanam benih.
3. Memberikan pupuk
4. Mencangkul rumput
5. Menyemprot hama.

Mengapa? Karena dia tahu akan datang waktunya musim menuai. Dan karena pengetahuan ini dia mau menunggu dengan sabar sampai “hujan awal dan hujan akhir.”
Bagi kita orang-orang Yunani, tidak memiliki banyak arti – tetapi bagi orang-orang Yahudi ini yang kepadanya Yakobus sedang menulis, sangat jelas sekali artinya.

Ulangan 11:14 – “maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,”

Karena dosa, Israel merasakan hukuman Tuhan – negeri mereka mengalami kekeringan. Tetapi Allah dalam kemurahan hatinya memberikan suatu janji yang sangat indah:

Yoel 2:23 – “Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.”

Ayat ini telah menjadi benih yang mendasari doktrin karismatik yang palsu. Mereka mengatakan bahwa “hujan awal” adalah Pentekosta dan “hujan akhir” adalah kebangunan rohani kharismatik yang kita lihat sedang berlangsung. Tetapi Kharismatik membelokkan firman Allah untuk membuat doktrin mereka menjadi cocok. Kebenarannya adalah, kalau kita membaca konteksnya:

1. Nubuatan ini adalah untuk bangsa Israel – bukan untuk gereja.
2. “Petani dan hujan akhir” ini sama sekali tidak berhubungan dengan kedatangan Roh Kudus.

Ini berbicara tentang hujan secara literal – satu dari permulaan musim dan satu sampai tujuah bulan kemudian, sebelum penuaian. Dan menurut nubuatan Yoel, akan datang waktunya ketika kedua hujan ini akan datang selama bulan pertama. Apa hasilnya?

Yoel 2:24 – “Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak.”

Point yang mau disampaikan Yakobus adalah ini -- Petani harus menunggu waktu yang lama untuk menikmati rasa manis dari ganjarannya.

Ayat 8 – “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!”

Sebagaimana petani harus menunggu waktu yang lama untuk tuaiannya, kita juga perlu menjadi sabar dan menegakkan – menguatkan – hati kita karena kedatangan Tuhan Yesus Kristus sudah dekat. Dan dengan pengertian ini, Yakobus memerintahkan kita:

Ayat 9 – “Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut (KJV -- Grudge not one against another) dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

Ketika Saudara dianiaya, jangan menyimpan dendam dan berusaha membalas – jika Saudara berbuat demikian, Saudara akan dihukum sama seperti pelaku kesalahan – tunggu Tuhan yang akan menghakimi semua orang dan menjadikannya segala sesuatu benar.

II. Kesabaran Para Nabi -- ayat 10

Ayat 10 "Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.”

Kesakitan apa yang dirundung para nabi yang menderita.

Ibrani 11:32-38 --

Nabi-nabi PL menderita semua ini – Mereka dianiaya dengan sangat kasar/keji/kejam; namun dengan sabar mereka terus menyampaikan pesan yang Allah telah berikan kepada mereka.

Bagaimana seharusnya respon kita ketika orang-orang menyerang kita dan berusaha menyakiti kita?
1. Apakah kita akan berhenti membaca Alkitab kita?
2. Apakah kita akan berhenti berdoa?
3. Apakah kita akan berhenti pergi ke gereja?
4. Apakah kita akan menjadi marah dan berusaha membalas?

Tidak! Dengan kesabaran yang sama yang nabi-nabi itu miliki – dengan setia kita terus mengerjakan kehendak Allah.


III. Kesabaran Ayub .

Ayat 11 – “Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.”

Baca kisahnya – Ayub diuji dalam situasi yang buruk sekali. Allah mengijinkan Setan menyerang Ayub dan mengambil :
1. Kekayaannya .
2. anak-anaknya.
3. kesehatannya.

Ayub kehilangan segalanya kecuali istrinya dan ketiga “teman-temannya” – tetapi mereka tidak menjadi berkat baginya! Lebih baik keduanya tidak ada.
a. Istrinya menyuruhnya supaya mengutuk Allah dan mati.
b. Teman-temannya bersama-sama seperti burung yang menggerogotinya.

Sementara Anda membaca kisahnya, menarik untuk memperhatikan bahwa Allah tidak pernah menjelaskan kepada Ayub mengapa hal ini terjadi kepadanya. Tetapi Ayub sabar ditengah-tengah penderitaannya.

Menarik sekali dibawah point ini, Yakobus sekali lagi memperingatkan kita mengenai dosa lidah.

Ayat 12 " Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.”

Ketika seseorang diperlakukan dengan kasar, biasanya mereka mulai berdosa dengan lidahnya. Ketika Ayub kehilangan kekayaan dan anak-anaknya, mudah sekali menjadi marah dan mengatakan hal-hal yang seharusnya tidak perlu dikatakan:

1. "Allah adalah kejam dan tidak adil.”
2. “Allah tidak mengasihi saya atau mempedulikan saya.”

Ayub 1:22 " Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.”

Ketika Ayub kehilangan kesehatannya, mudah sekali baginya untuk menjadi marah dan mengatakan hal-hal yang dia sesali – kenyataannya, justru istrinya yang menginginkannya berbuat demikian. Dia berkata, “Mengapa kamu tidak mengutuki Allah dan mati?”

Ayub 2:10 " Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.”

Jadi peringatan yang Yakobus berikan kepada kita adalah ini – Ketika kita sedang menghadapi kesukaran – ketika ada orang yang menyerang kita - kita tidak harus berdosa dengan lidah kita dengan bersumpah bahwa kita akan:
1. membalas dendam.
2. Mengadakan pembalasan.

Tetapi dengan kesabaran, kita harus memikul yang Allah telah ijinkan datang ke dalam hidup kita supaya kita boleh memiliki sukacita dan keyakinan pada hari penghakiman ketika Dia:

a. mengimbangkan kitab-kitab.
b. Membuat segalanya benar.

Dan Allah akan melakukan itu – Dia melakukanya untuk Ayub:

Ayub 42:10 – “Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.”

Dia akan melakukannya untuk Anda!

Roma 8:18 "Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.”

Betapa besarnya ganjaran yang Allah telah sediakan untuk kita jika kita – daripada berusaha membalas dendam – menanggung dengan sabar segala perlakukan kasar atau kejam yang ditunjukkan untuk menyerang kita.


Kesimpulan

Bagaimana kita berespon ketika kita diperlakukan dengan kasar dan kejam? Yakobus mengatakan supaya kita mengambil sikap sabar – bentuk kesabaran yang kita dapatkan melalui ilustrasi :

1. Petani – Dia menunggu dengan sabar dengan pengetahuan bahwa mereka akan menuai – dan kita menanggung dengan sabar dengan pengetahuan bahwa Yesus Kristus akan datang segera dan bahwa Dia akan menghakimi semua orang dan akan menempatkan segala sesuatunya dengan benar.

2. Nabi-nabi. – Mereka dengan sabar menanggung penderitaan mereka dan terus dengan setia melakukan kehendak Allah.

3. Kehidupan Ayub – Dia dengan sabar menanggung penderitaan yang menimpa hidupnya dan tidak berdosa melawan Allah dengan lidahnya.

Apakah waktu ini saudara sedang menghadapi pencobaan dan ujian dalam kehidupan Saudara – apakah Saudara menjadi korban dari perlakuan kasar dan teraniaya? Kalau demikian, bagaimana Anda berespon?

1. Apakah saudara sedang menunjukkan kedewasaan rohani dengan menanggung hal-hal ini dengan sabar?
2. Atau apakah saudara sedang bereaksi terhadap kesukaranmu secara natural, yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang belum selamat?

Kamis, 03 Februari 2011

LIMA BARANG PENGANCAM KESEHATAN

Y! Newsroom - Selasa, 1 FebruariKirimKirim via YMCetak.Bahaya yang mengancam kesehatan ternyata ada di dalam rumah Anda sendiri. Apa saja?

Siapa sangka, barang-barang di rumah kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Berikut daftar barang-barang tersebut, seperti yang dikutip dari Genius Beauty.

1. Talenan kayu. Hingga kini, benda ini masih menjadi barang yang selalu ada di dapur. Fungsinya sebagai tatakan saat memotong bahan-bahan mentah untuk di masak. Menurut John Oxford, peneliti dari Universitas London, sebuah talenan kayu dapat menyimpan ribuan bakteri penyebab penyakit. Sisa potongan makanan yang mengendap dapat membuat koloni bakteri baru dan mengendap di kayu. Bakteri tersebut akan menempel di setiap bahan makanan yang kita potong.

2. Talenan plastik. Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional. Tak semua talenan terbuat dari plastik yang aman. Bahan plastik bisa berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi. Pilihlah produk talenan plastik yang menjamin keamanan plastiknya. Jika Anda tak yakin, saat talenan sudah tergores, lebih baik ganti dengan yang baru.

3. Sikat gigi. Peneliti dari Universitas Manchester mengungkap bahwa sebanyak 10 juta bakteri bisa berkumpul di sikat gigi. Tak hanya itu, virus penyakit dan jamur bisa berkembang biak di sana. Para peneliti menyarankan Anda untuk mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.

4. Handuk. Kondisinya kurang lebih sama dengan sikat gigi. Dan untuk menghilangkan bakteri yang berkumpul di dalamnya, perlu pemanasan hingga 90 derajat celcius.

5. Bantal. Bakteri yang berkumpul pada bantal bisa menyebabkan gangguan pernapasan, gatal-gatal dan demam. Professor Jean Amberline, dari British Society for Allergy menyarankan untuk mengganti sarung bantal secara teratur, serta mengganti bantal setiap 2 tahun sekali.