By: Pdt. Yakub H.
Yakobus 5:7-12
Saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan bodoh yang sering ditanyakan:
1. Pernahkah Saudara mengalami di mana seseorang memperlakukan Saudara dengan salah? Tentu saja sudah pernah!
2. Pernahkah saudara ingin menghadang seseorang dan mengadakan suatu pembalasan? Tentu saja pernah!!
Tetapi sebagaimana akan kita lihat hari ini, ada cara yang lebih baik! Di dalam surat Yakobus ini, kita melihat bahwa buku ini ditulis untuk beberapa orang Yahudi yang sedang menghadapi saat-saat yang sangat sulit:
1. Beberapa diantaranya mereka tidak dapat menolong – pasal 1 – Mereka telah dicerai-beraikan oleh penganiayaan.
2. Beberapa di antaranya disebabkan oleh diri mereka sendiri – Pasal 2 – Penganiayaan yang mereka derita ditangan orang-orang kaya yang mereka telah bawa ke dalam jemaat.
Tetapi bagaimana orang-orang percaya miskin ini bersikap ketika penganiayaan berubi-tubi datang kepada mereka? Jawabannya terdapat dalam ayat 7: “Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan!”
Ketika seseorang menganiaya kamu dan memperlakukan kamu dengan kasar – Saudara tidak harus menanggapinya dengan roh kemarahan dan pembalasan dendam. Tetapi Saudara harus menjadi sabar melalui waktu-waktu ujianmu dengan keyakinan bahwa Yesus Kristus akan datang lagi – dan ketika Dia datang, Dia akan membuat segala sesuatu benar – Dia akan menyeimbangkan buku – buku ini.
Roma 12:19-21 – “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”
Dalam teks ini, Yakobus akanb memberikan tiga contoh praktis dari kesabaran oraang saleh – Marilah kita mempertimbangkan tiga contoh utama ini bersama-sama selama beberapa menit:
I. Kesabaran petani . – Ayat 7.
“Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.” --KJV “until he receive the early and latter rain.”
Petani pergi keluar dan bekerja keras dan cukup lama.
1. Membajak tanah.
2. Menanam benih.
3. Memberikan pupuk
4. Mencangkul rumput
5. Menyemprot hama.
Mengapa? Karena dia tahu akan datang waktunya musim menuai. Dan karena pengetahuan ini dia mau menunggu dengan sabar sampai “hujan awal dan hujan akhir.”
Bagi kita orang-orang Yunani, tidak memiliki banyak arti – tetapi bagi orang-orang Yahudi ini yang kepadanya Yakobus sedang menulis, sangat jelas sekali artinya.
Ulangan 11:14 – “maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,”
Karena dosa, Israel merasakan hukuman Tuhan – negeri mereka mengalami kekeringan. Tetapi Allah dalam kemurahan hatinya memberikan suatu janji yang sangat indah:
Yoel 2:23 – “Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.”
Ayat ini telah menjadi benih yang mendasari doktrin karismatik yang palsu. Mereka mengatakan bahwa “hujan awal” adalah Pentekosta dan “hujan akhir” adalah kebangunan rohani kharismatik yang kita lihat sedang berlangsung. Tetapi Kharismatik membelokkan firman Allah untuk membuat doktrin mereka menjadi cocok. Kebenarannya adalah, kalau kita membaca konteksnya:
1. Nubuatan ini adalah untuk bangsa Israel – bukan untuk gereja.
2. “Petani dan hujan akhir” ini sama sekali tidak berhubungan dengan kedatangan Roh Kudus.
Ini berbicara tentang hujan secara literal – satu dari permulaan musim dan satu sampai tujuah bulan kemudian, sebelum penuaian. Dan menurut nubuatan Yoel, akan datang waktunya ketika kedua hujan ini akan datang selama bulan pertama. Apa hasilnya?
Yoel 2:24 – “Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak.”
Point yang mau disampaikan Yakobus adalah ini -- Petani harus menunggu waktu yang lama untuk menikmati rasa manis dari ganjarannya.
Ayat 8 – “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!”
Sebagaimana petani harus menunggu waktu yang lama untuk tuaiannya, kita juga perlu menjadi sabar dan menegakkan – menguatkan – hati kita karena kedatangan Tuhan Yesus Kristus sudah dekat. Dan dengan pengertian ini, Yakobus memerintahkan kita:
Ayat 9 – “Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut (KJV -- Grudge not one against another) dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.
Ketika Saudara dianiaya, jangan menyimpan dendam dan berusaha membalas – jika Saudara berbuat demikian, Saudara akan dihukum sama seperti pelaku kesalahan – tunggu Tuhan yang akan menghakimi semua orang dan menjadikannya segala sesuatu benar.
II. Kesabaran Para Nabi -- ayat 10
Ayat 10 "Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.”
Kesakitan apa yang dirundung para nabi yang menderita.
Ibrani 11:32-38 --
Nabi-nabi PL menderita semua ini – Mereka dianiaya dengan sangat kasar/keji/kejam; namun dengan sabar mereka terus menyampaikan pesan yang Allah telah berikan kepada mereka.
Bagaimana seharusnya respon kita ketika orang-orang menyerang kita dan berusaha menyakiti kita?
1. Apakah kita akan berhenti membaca Alkitab kita?
2. Apakah kita akan berhenti berdoa?
3. Apakah kita akan berhenti pergi ke gereja?
4. Apakah kita akan menjadi marah dan berusaha membalas?
Tidak! Dengan kesabaran yang sama yang nabi-nabi itu miliki – dengan setia kita terus mengerjakan kehendak Allah.
III. Kesabaran Ayub .
Ayat 11 – “Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.”
Baca kisahnya – Ayub diuji dalam situasi yang buruk sekali. Allah mengijinkan Setan menyerang Ayub dan mengambil :
1. Kekayaannya .
2. anak-anaknya.
3. kesehatannya.
Ayub kehilangan segalanya kecuali istrinya dan ketiga “teman-temannya” – tetapi mereka tidak menjadi berkat baginya! Lebih baik keduanya tidak ada.
a. Istrinya menyuruhnya supaya mengutuk Allah dan mati.
b. Teman-temannya bersama-sama seperti burung yang menggerogotinya.
Sementara Anda membaca kisahnya, menarik untuk memperhatikan bahwa Allah tidak pernah menjelaskan kepada Ayub mengapa hal ini terjadi kepadanya. Tetapi Ayub sabar ditengah-tengah penderitaannya.
Menarik sekali dibawah point ini, Yakobus sekali lagi memperingatkan kita mengenai dosa lidah.
Ayat 12 " Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.”
Ketika seseorang diperlakukan dengan kasar, biasanya mereka mulai berdosa dengan lidahnya. Ketika Ayub kehilangan kekayaan dan anak-anaknya, mudah sekali menjadi marah dan mengatakan hal-hal yang seharusnya tidak perlu dikatakan:
1. "Allah adalah kejam dan tidak adil.”
2. “Allah tidak mengasihi saya atau mempedulikan saya.”
Ayub 1:22 " Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.”
Ketika Ayub kehilangan kesehatannya, mudah sekali baginya untuk menjadi marah dan mengatakan hal-hal yang dia sesali – kenyataannya, justru istrinya yang menginginkannya berbuat demikian. Dia berkata, “Mengapa kamu tidak mengutuki Allah dan mati?”
Ayub 2:10 " Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.”
Jadi peringatan yang Yakobus berikan kepada kita adalah ini – Ketika kita sedang menghadapi kesukaran – ketika ada orang yang menyerang kita - kita tidak harus berdosa dengan lidah kita dengan bersumpah bahwa kita akan:
1. membalas dendam.
2. Mengadakan pembalasan.
Tetapi dengan kesabaran, kita harus memikul yang Allah telah ijinkan datang ke dalam hidup kita supaya kita boleh memiliki sukacita dan keyakinan pada hari penghakiman ketika Dia:
a. mengimbangkan kitab-kitab.
b. Membuat segalanya benar.
Dan Allah akan melakukan itu – Dia melakukanya untuk Ayub:
Ayub 42:10 – “Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.”
Dia akan melakukannya untuk Anda!
Roma 8:18 "Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.”
Betapa besarnya ganjaran yang Allah telah sediakan untuk kita jika kita – daripada berusaha membalas dendam – menanggung dengan sabar segala perlakukan kasar atau kejam yang ditunjukkan untuk menyerang kita.
Kesimpulan
Bagaimana kita berespon ketika kita diperlakukan dengan kasar dan kejam? Yakobus mengatakan supaya kita mengambil sikap sabar – bentuk kesabaran yang kita dapatkan melalui ilustrasi :
1. Petani – Dia menunggu dengan sabar dengan pengetahuan bahwa mereka akan menuai – dan kita menanggung dengan sabar dengan pengetahuan bahwa Yesus Kristus akan datang segera dan bahwa Dia akan menghakimi semua orang dan akan menempatkan segala sesuatunya dengan benar.
2. Nabi-nabi. – Mereka dengan sabar menanggung penderitaan mereka dan terus dengan setia melakukan kehendak Allah.
3. Kehidupan Ayub – Dia dengan sabar menanggung penderitaan yang menimpa hidupnya dan tidak berdosa melawan Allah dengan lidahnya.
Apakah waktu ini saudara sedang menghadapi pencobaan dan ujian dalam kehidupan Saudara – apakah Saudara menjadi korban dari perlakuan kasar dan teraniaya? Kalau demikian, bagaimana Anda berespon?
1. Apakah saudara sedang menunjukkan kedewasaan rohani dengan menanggung hal-hal ini dengan sabar?
2. Atau apakah saudara sedang bereaksi terhadap kesukaranmu secara natural, yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang belum selamat?
Saya Sedang bergerak dan memperkuat fondasi dalam pelayanan yang akan menolong saya dan orang2 percaya lainnya mencapai kedewasaan Rohani yang maksimal dan menghasilkan buah berlipat ganda utk kemuliaan Tuhan..---Gembala Yakub Tan---
Rabu, 09 Februari 2011
Kamis, 03 Februari 2011
LIMA BARANG PENGANCAM KESEHATAN
Y! Newsroom - Selasa, 1 FebruariKirimKirim via YMCetak.Bahaya yang mengancam kesehatan ternyata ada di dalam rumah Anda sendiri. Apa saja?
Siapa sangka, barang-barang di rumah kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Berikut daftar barang-barang tersebut, seperti yang dikutip dari Genius Beauty.
1. Talenan kayu. Hingga kini, benda ini masih menjadi barang yang selalu ada di dapur. Fungsinya sebagai tatakan saat memotong bahan-bahan mentah untuk di masak. Menurut John Oxford, peneliti dari Universitas London, sebuah talenan kayu dapat menyimpan ribuan bakteri penyebab penyakit. Sisa potongan makanan yang mengendap dapat membuat koloni bakteri baru dan mengendap di kayu. Bakteri tersebut akan menempel di setiap bahan makanan yang kita potong.
2. Talenan plastik. Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional. Tak semua talenan terbuat dari plastik yang aman. Bahan plastik bisa berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi. Pilihlah produk talenan plastik yang menjamin keamanan plastiknya. Jika Anda tak yakin, saat talenan sudah tergores, lebih baik ganti dengan yang baru.
3. Sikat gigi. Peneliti dari Universitas Manchester mengungkap bahwa sebanyak 10 juta bakteri bisa berkumpul di sikat gigi. Tak hanya itu, virus penyakit dan jamur bisa berkembang biak di sana. Para peneliti menyarankan Anda untuk mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.
4. Handuk. Kondisinya kurang lebih sama dengan sikat gigi. Dan untuk menghilangkan bakteri yang berkumpul di dalamnya, perlu pemanasan hingga 90 derajat celcius.
5. Bantal. Bakteri yang berkumpul pada bantal bisa menyebabkan gangguan pernapasan, gatal-gatal dan demam. Professor Jean Amberline, dari British Society for Allergy menyarankan untuk mengganti sarung bantal secara teratur, serta mengganti bantal setiap 2 tahun sekali.
Siapa sangka, barang-barang di rumah kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Berikut daftar barang-barang tersebut, seperti yang dikutip dari Genius Beauty.
1. Talenan kayu. Hingga kini, benda ini masih menjadi barang yang selalu ada di dapur. Fungsinya sebagai tatakan saat memotong bahan-bahan mentah untuk di masak. Menurut John Oxford, peneliti dari Universitas London, sebuah talenan kayu dapat menyimpan ribuan bakteri penyebab penyakit. Sisa potongan makanan yang mengendap dapat membuat koloni bakteri baru dan mengendap di kayu. Bakteri tersebut akan menempel di setiap bahan makanan yang kita potong.
2. Talenan plastik. Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional. Tak semua talenan terbuat dari plastik yang aman. Bahan plastik bisa berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi. Pilihlah produk talenan plastik yang menjamin keamanan plastiknya. Jika Anda tak yakin, saat talenan sudah tergores, lebih baik ganti dengan yang baru.
3. Sikat gigi. Peneliti dari Universitas Manchester mengungkap bahwa sebanyak 10 juta bakteri bisa berkumpul di sikat gigi. Tak hanya itu, virus penyakit dan jamur bisa berkembang biak di sana. Para peneliti menyarankan Anda untuk mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.
4. Handuk. Kondisinya kurang lebih sama dengan sikat gigi. Dan untuk menghilangkan bakteri yang berkumpul di dalamnya, perlu pemanasan hingga 90 derajat celcius.
5. Bantal. Bakteri yang berkumpul pada bantal bisa menyebabkan gangguan pernapasan, gatal-gatal dan demam. Professor Jean Amberline, dari British Society for Allergy menyarankan untuk mengganti sarung bantal secara teratur, serta mengganti bantal setiap 2 tahun sekali.
Jumat, 28 Januari 2011
APAKAH ANDA SEORANG YANG REALISTIS ATAU FANTASTIS?
Yakobus 1:19-27
Pernahkah Saudara ditipu oleh seseorang – seseorang menggunakan tipu muslihatnya atau trik atau mengambil keuntungan dari mu dalam beberapa cara? Ini adalah suatu hal yang sama sekali tidak menyenangkan kalau kita merasa dimanfaatkan atau ditipu. Tetapi ada sesuatu yang lebih buruk lagi – yaitu ketika Saudara menipu diri saudara sendiri!! Seseorang pernah berkata, “Tidak ada penipuan yang lebih buruk daripada penipuan diri sendiri.”
Di ayat-ayat sebelumnya kita melihat bagaimana memiliki kemenangan atas pencobaan-pencobaan. Disitu juga kita melihat bahwa Iblis adalah musuh kita dan dia berusaha menipu kita dan membuat kita jauh dari Tuhan.
Sekarang Yakobus mulai menguraikan suatu bentuk tipuan yang berbeda – yaitu penipuan terhadap diri sendiri. Penipuan terhadap diri sendiri ini merupakan bagian rohani yang paling lazim.
Banyak orang telah menipu diri mereka sendiri supaya mereka akan pergi kie surga.
Matius 7:22-23 –
Kejadian yang menyedihkan dari penipuan terhadap diri sendiri ini justru dilakoni oleh orang-orang yang sangat religius, yang mati tanpa pengharapan dan tanpa Allah.
Tetapi Yakobus tidak menulis ini untuk orang yang belum selamat – dia sedang menulis untuk orang-orang Kristen. Perhatikan kata pertama dari teks kita adalah kata "wherefore" (KJV)- artinya “karena apa yang terjadi sebelumnya.”
Apa yang terjadi sebelumnya? Lihat ayat 18.
Yakobus sedang berbicara mengenai mereka yang telah dilahirkan kembali ke dalam keluarga Allah.
Saudara lihat, Bukan hanya orang-orang yang belum selamat yang dapat menipu diri sendiri, bahkan orang-orang Kristen sendiri juga menipu diri mereka sendiri Jelas, dia menyebutnya dua kali dalam teks kita ini:
Ayat 22 “…kamu menipu diri sendiri.”
Ayat 26 “…ia menipu dirinya sendiri” -- KJV "...deceiveth his own heart..."
Ingatlah – bahwa thema kitab Yakobus ini adalah kedewasaan rohani.
Anak-anak hidup dalam dunia fantasi – Suka memainkan atau berlaku seperti dalam dunia yang asing baginya. Tetapi ketika anak-anak bertambah besar, diharapkan bahwa mereka mulai bersikap realities.
Hal yang sama berlaku juga dalam kehidupan seorang Kristen -- namun demikian gereja-gereja pada masa kini dipenuhi dengan orang-orang Kristen yang hidup dengan dunia fantasi. Mereka berpikir mereka adalah rohani. Tetapi dalam kenyataannya mereka adalah duniawi.
Bagaimana saudara tahu di mana saudara berdiri? Yakobus memberikan kepada kita tiga bukti yang akan nampak dalam kehidupan mereka yang sungguh-sungguh dewasa secara rohani.
Ayat 26-27
1. Dia akan mengendalikan lidahnya – kita dapat melihat hal ini lebih banyak lagi dalam pasal 3.
2. Dia akan melayani orang-orang lain.
3. Dia akan menjaga dirinya sendiri dari dunia yang cemar ini.
Jadi pertanyaan yang saya inginkan kita pertimbangkan adalah – apakah Saudara seorang yang realities? Apakah saudara, sebagai anak Tuhan, nampak sama seperti yang saudara nyatakan.; atau apakah saudara sedang menipu diri saudara sendiri?
Jawaban untuk pertanyaan –pertanyaan ini, kita harus memahami bahwa kedewasaan rohani mulai dengan suatu hubungan yang benar dengan Firman Allah.
Daud disebut sebagai seorang “yang dekat dihati Allah.” Mengapa? Karena hubungan kasihnya dengan Firman Allah – baca Mazmur 119.
Saudara tidak dapat memiliki hubungan yang benar dengan Allah – dan saudara tidak dapat menjadi dewasa secara rohani – sampai Saudara memiliki hubungan yang benar dengan Firman Allah.
Ayat 21 “……terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.”
Ada banyak orang Kristen yang per4gi ke gereja dan menghadiri “Bible studies” – tetapi mereka tidak sungguh-sungguh nampak nyata menjadi dewasa secara rohani. Mengapa? Karena harus lebih menerima firman Allah dari pada sekedar mendengarnya saja. Perhatikan dua ayat berikut:
Markus 4:24 " …Camkanlah apa yang kamu dengar!..."
Ada banyak kesalahan di dalam dunia sekarang ini – banyak doktrin palsu. Kita harus hati-hati dengan apa yang kita dengarkan.
Lukas 8:18 " Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar….. "
Kita harus berhati-hati dengan apa yang kita dengar dan bagaimana kita mendengar.
Yakobus mengatakan bahwa kita menerima Firman Allah dengan “lemah lembut” – yaitu, kita mendengar firman Allah dengan rendah hati.
Pernahkah Saudara ditipu oleh seseorang – seseorang menggunakan tipu muslihatnya atau trik atau mengambil keuntungan dari mu dalam beberapa cara? Ini adalah suatu hal yang sama sekali tidak menyenangkan kalau kita merasa dimanfaatkan atau ditipu. Tetapi ada sesuatu yang lebih buruk lagi – yaitu ketika Saudara menipu diri saudara sendiri!! Seseorang pernah berkata, “Tidak ada penipuan yang lebih buruk daripada penipuan diri sendiri.”
Di ayat-ayat sebelumnya kita melihat bagaimana memiliki kemenangan atas pencobaan-pencobaan. Disitu juga kita melihat bahwa Iblis adalah musuh kita dan dia berusaha menipu kita dan membuat kita jauh dari Tuhan.
Sekarang Yakobus mulai menguraikan suatu bentuk tipuan yang berbeda – yaitu penipuan terhadap diri sendiri. Penipuan terhadap diri sendiri ini merupakan bagian rohani yang paling lazim.
Banyak orang telah menipu diri mereka sendiri supaya mereka akan pergi kie surga.
Matius 7:22-23 –
Kejadian yang menyedihkan dari penipuan terhadap diri sendiri ini justru dilakoni oleh orang-orang yang sangat religius, yang mati tanpa pengharapan dan tanpa Allah.
Tetapi Yakobus tidak menulis ini untuk orang yang belum selamat – dia sedang menulis untuk orang-orang Kristen. Perhatikan kata pertama dari teks kita adalah kata "wherefore" (KJV)- artinya “karena apa yang terjadi sebelumnya.”
Apa yang terjadi sebelumnya? Lihat ayat 18.
Yakobus sedang berbicara mengenai mereka yang telah dilahirkan kembali ke dalam keluarga Allah.
Saudara lihat, Bukan hanya orang-orang yang belum selamat yang dapat menipu diri sendiri, bahkan orang-orang Kristen sendiri juga menipu diri mereka sendiri Jelas, dia menyebutnya dua kali dalam teks kita ini:
Ayat 22 “…kamu menipu diri sendiri.”
Ayat 26 “…ia menipu dirinya sendiri” -- KJV "...deceiveth his own heart..."
Ingatlah – bahwa thema kitab Yakobus ini adalah kedewasaan rohani.
Anak-anak hidup dalam dunia fantasi – Suka memainkan atau berlaku seperti dalam dunia yang asing baginya. Tetapi ketika anak-anak bertambah besar, diharapkan bahwa mereka mulai bersikap realities.
Hal yang sama berlaku juga dalam kehidupan seorang Kristen -- namun demikian gereja-gereja pada masa kini dipenuhi dengan orang-orang Kristen yang hidup dengan dunia fantasi. Mereka berpikir mereka adalah rohani. Tetapi dalam kenyataannya mereka adalah duniawi.
Bagaimana saudara tahu di mana saudara berdiri? Yakobus memberikan kepada kita tiga bukti yang akan nampak dalam kehidupan mereka yang sungguh-sungguh dewasa secara rohani.
Ayat 26-27
1. Dia akan mengendalikan lidahnya – kita dapat melihat hal ini lebih banyak lagi dalam pasal 3.
2. Dia akan melayani orang-orang lain.
3. Dia akan menjaga dirinya sendiri dari dunia yang cemar ini.
Jadi pertanyaan yang saya inginkan kita pertimbangkan adalah – apakah Saudara seorang yang realities? Apakah saudara, sebagai anak Tuhan, nampak sama seperti yang saudara nyatakan.; atau apakah saudara sedang menipu diri saudara sendiri?
Jawaban untuk pertanyaan –pertanyaan ini, kita harus memahami bahwa kedewasaan rohani mulai dengan suatu hubungan yang benar dengan Firman Allah.
Daud disebut sebagai seorang “yang dekat dihati Allah.” Mengapa? Karena hubungan kasihnya dengan Firman Allah – baca Mazmur 119.
Saudara tidak dapat memiliki hubungan yang benar dengan Allah – dan saudara tidak dapat menjadi dewasa secara rohani – sampai Saudara memiliki hubungan yang benar dengan Firman Allah.
Ayat 21 “……terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.”
Ada banyak orang Kristen yang per4gi ke gereja dan menghadiri “Bible studies” – tetapi mereka tidak sungguh-sungguh nampak nyata menjadi dewasa secara rohani. Mengapa? Karena harus lebih menerima firman Allah dari pada sekedar mendengarnya saja. Perhatikan dua ayat berikut:
Markus 4:24 " …Camkanlah apa yang kamu dengar!..."
Ada banyak kesalahan di dalam dunia sekarang ini – banyak doktrin palsu. Kita harus hati-hati dengan apa yang kita dengarkan.
Lukas 8:18 " Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar….. "
Kita harus berhati-hati dengan apa yang kita dengar dan bagaimana kita mendengar.
Yakobus mengatakan bahwa kita menerima Firman Allah dengan “lemah lembut” – yaitu, kita mendengar firman Allah dengan rendah hati.
Minggu, 23 Januari 2011
PHHT 2011
Persekutuan Hamba-hamba Tuhan (PHHT) GBII yang diadakan di Hotel Yehezkiel, Lembang, Bandung, benar-benar menjadi berkat besar bagi kami semua terutama saya pribadi. Firman Tuhan yang disampaikan oleh pembicara utama kita, Rev. James Barker, bukan saja sangat diperlukan banyak pelayan-pelayan Tuhan GBII tetapi juga sangat bermanfaat bagi orang-orang kristen awam. Sungguh khotbah yang luar biasa.
Selain Rev. James Barker melayani Tuhan di Bible Baptist Church di Elmont, NewYork, juga ada Pastor Tambunan dari GBII Shalom, Jakarta dan Jesse lubiano dari Filipina.
Tema PHHT 2011 kita adalah "PRINSIP-PRINSIP ALKITABIAH UNTUK MENYINGKAPKAN DOKTRIN GEREJA-GEREJA DUNIAWI"
Saya berharap hidup Anda berubah setelah mendengar khotbah-khotbah yang jelas, meyakinkan dan tidak ketinggalan zaman. Sebuah karya Roh Kudus yang menarik dan segar melalui hambanya Rev. James Barker, Psator Tambunan dan Pastor Jesse Labiano.
Sampai bertemu di PHHT 2012 berikutnya yang disponsori oleh GBII wilayah Banten.
Selain Rev. James Barker melayani Tuhan di Bible Baptist Church di Elmont, NewYork, juga ada Pastor Tambunan dari GBII Shalom, Jakarta dan Jesse lubiano dari Filipina.
Tema PHHT 2011 kita adalah "PRINSIP-PRINSIP ALKITABIAH UNTUK MENYINGKAPKAN DOKTRIN GEREJA-GEREJA DUNIAWI"
Saya berharap hidup Anda berubah setelah mendengar khotbah-khotbah yang jelas, meyakinkan dan tidak ketinggalan zaman. Sebuah karya Roh Kudus yang menarik dan segar melalui hambanya Rev. James Barker, Psator Tambunan dan Pastor Jesse Labiano.
Sampai bertemu di PHHT 2012 berikutnya yang disponsori oleh GBII wilayah Banten.
Selasa, 11 Januari 2011
Terlalu Lama Nonton TV Berisiko Sakit Jantung

Selasa, 11 Januari 2011 | 13:48
[WASHINGTON] Orang yang menghabiskan waktu luangnya lebih dari dua jam per hari untuk menonton TV atau duduk di depan layar kaca berisiko ganda terhadap penyakit jantung dan berisiko tinggi meninggal. Demikian hasil survei yang dipublikasikan, Senin (10/1).
Para peneliti menyebutkan, efek yang terlihat, terlepas dari berapa banyak orang berolahraga ini menunjukkan, bagaimana kita memilih menghabiskan waktu senggang selepas bekerja memiliki dampak yang besar terhadap kesehatan kita secara keseluruhan.
“Ini semua merupakan kebiasaan. Banyak di antara kita telah belajar untuk kembali ke rumah, menghidupkan TV, dan duduk untuk beberapa jam. Hal tersebut sangat nyaman dan mudah dilakukan,” ujar Emmanuel Stamatakis, pakar epidemiologi dan kesehatan publik University College London.
“Namun, melakukan hal tersebut merupakan sesuatu yang buruk untuk jantung dan kesehatan kita pada umumnya,” ujar Stamatakis yang bersama-sama dengan para peneliti lainnya membuat pedoman advokasi kesehatan publik untuk mengingatkan risiko tak adanya aktivitas di luar jam kerja.
Peringatan ini mendesak, khususnya karena banyaknya pekerja usia dewasa menghabiskan waktu yang lama dengan tidak beraktivitas saat berangkat atau pulang kerja, atau duduk membungkuk di depan meja atau komputer,” papar hasil studi yang dimuat di Jurnal Kardiologi Perguruan Tinggi Amerika.
Para peneliti ini mempelajari data dari 4.512 orang dewasa yang ambil bagian pada Survei Kesehatan Rumah Tangga Skotlandia. Informasi mengenai waktu berada di depan TV berasal dari para responden yang menginformasikan mengenai waktu mereka menontong TV atau DVD, waktu santai dengan menggunakan komputer dan bermain video games.
Ketika para ilmuan ini membandingkan orang yang dilaporkan menghabiskan waktu lebih sedikit dari dua jam per hari di depan layar kaca, dibanding mereka yang menghabiskan empat jam atau lebih per hari, mereka menemukan 48 persen berisiko meninggal lebih tinggi dari penyebab apa pun.
Sedangkan, mereka yang menghabiskan hanya dua jam atau lebih di depan layar kaca setelah bekerja, ditemukan bahwa 125 persen lebih berisiko mengalami kejadian kardiovaskuler seperti serangan jantung. “ Hal ini tidak terkait dengan risiko alamiah karena faktor seperti merokok, darah tinggi, indek massa tubuh, kelas sosial, juga olah raga,” demikian hasil studi tersebut.
Namun, para peneliti berhasil membuat hubungan antara tingkat peradangan dan kolesterol pada orang yang berpindah-pindah. “Seperempat hubungan antara waktu di depan layar kaca dan kejadian kardiovaskuler dijelaskan secara bersama-sama oleh protein C reaktif (C-reactive protein/CRP), indeks massa tubuh, dan kolesterol HDL (high-density lipoprotein),” tulis hasil studi itu.
CRP merupakan indikator tingkat peradangan rendah, dua kali lebih tinggi pada orang yang menghabiskan waktu lebih dari empat jam waktu luang mereka setiap hari di depan layar kaca dibanding orang yang menghabiskan waktu kurang dari dua jam per hari di depan layar kaca.
Stamatakis menyebutkan, ia akan melanjutkan penelitian mengenai dampak berkelanjutan dari orang yang duduk terhadap kesehatan dan bagaimana perubahan gaya hidup yang bisa dianjurkan untuk mengurangi jumlah waktu orang tidak melakukan aktivitas. [AFP/N-3]
Sabtu, 08 Januari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)





































