Ayub adalah salah satu dari yang terbaik diantara umat Tuhan. Tuhan bersaksi tentang Ayub bahwa tidak ada yang seperti dia di bumi, bahwa ia adalah orang yang tak bercela dan lurus hati, ia takut akan Tuhan dan membenci kejahatan ( Ayub 1:1, 8).
Ayub telah dikenal karena kesetiaannya. Ia tidaklah tanpa berdosa, seperti tersirat dikata tak bercela dalam ayat 1 dan 8. Itu artinya dia secara etika baik, moralnya benar, dan taat pada Tuhan. Ayub mempunyai suatu penghormatan yang tulus dan dalam pada Tuhan. Praktek yang konsistennya adalah untuk menjaga Tuhan tetap ditempat tertinggi dan dihormati. Ia seorang yang setia.
Ayub dikenal dengan kekayaannya. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar ( Ayub 1:3). Ia memiliki kekayaan yang besar, Tuhanlah yang telah menyebabkan dia berhasil( Ayub 1:10, 21).
Ayub dikenal dengan keluarganya. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan ( Ayub 1:2). Keluarga Ayub dan kekayaannya adalah berkat Tuhan. Catatan menunjukkan bahwa Ayub mencintai keluarganya. Cintanya untuk Tuhan tercermin dari cintanya untuk anak-anaknya. Sebagai pemimpin rohani dari keluarganya, ia membawa mereka dalam doanya kepada Tuhan. Pelayanan yang paling tinggi dari orangtua kepada anak-anaknya adalah memperhatikan kesejahteraan rohani mereka. Ayub adalah seorang kepala keluarga yang baik.
Akhirnya, Ayub adalah orang yang tenar. Catatan menulis kalau dia adalah yang terbesar dari semua orang-orang timur ( Ayub 1:3). Ayub lebih berhasil dari semua pria pada jamannya. Ia dipandang oleh manusia dan Tuhan. Tuhan sendiri menyatakan bahwa Ia tidak punya alasan untuk mencelakakan Ayub ( Ayub 2:3).
Namun Tuhan mengijinkan Ayub untuk menjalani lembah yang dalam dan mengharuskan dia mengalami penderitaan. Kebanyakan dari kita pasti telah hancur dalam kondisi seperti itu. Bagaimana kita memahami penderitaan dan duka cita Ayub? Bagaimana mungkin kita masuk kearti dari penderitaan dan kesusahannya?
Pesan kitab Ayub bukanlah mengapa anak-anak Tuhan menderita, tetapi lebih kepada kedaulatan Tuhan. Itu menunjukkan bahwa Tuhan selalu mengendalikan setiap situasi. Tidak ada apapun yang terjadi kepada kita karena kebetulan. Karena setiap sebab ada akibat. Jika kita gagal melihat kebenaran ini didalam kitab Ayub, kita kehilangan pesan utamanya.
(L.Strauss)
Saya Sedang bergerak dan memperkuat fondasi dalam pelayanan yang akan menolong saya dan orang2 percaya lainnya mencapai kedewasaan Rohani yang maksimal dan menghasilkan buah berlipat ganda utk kemuliaan Tuhan..---Gembala Yakub Tan---
Selasa, 18 Maret 2014
Minggu, 13 Mei 2012
TAHUKAH ANDA MENGAPA KETIKA SESEORANG SEDANG DALAM KEADAAN MARAH, IA AKAN BERBICARA DENGAN SUARA KUAT ATAU BERTERIAK????
Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya, "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"
Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab, "Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."
"Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"
Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.
Sang guru lalu berkata, "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara kedua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."
Sang guru masih melanjutkan, "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. "Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."
Sang guru masih melanjutkan, "Ketika kita sedang dilanda kemarahan, janganlah hati kita menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kita tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kita. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu kita."
Sumber: Tidak Diketahui
Sabtu, 10 Maret 2012
GEREJA DAN DUNIA...Tahukah Anda Siapakah yang paling kuat dalam memberikan pengaruh??
Menurut penelitian Gallup, keagamaan mengalami kemajuan, tetapi kejahatan dan tindakan asusila mengalami hal yang sama. Lebih lanjut Gallup mengatakan bahwa, "Kita mendapati perbedaan yang sangat sedikit dalam tingkah laku antara orang yang pergi ke gereja dan mereka yang tidak aktif beribadah. Tingkat kebohongan, penipuan, dan pencurian di dalam kedua kelompok ini luar biasa miripnya." Hal ini diungkap oleh Gallup ketika ia berbicara dalam sebuah seminar nasional dari para pemimpin gereja-gereja Southern Baptist.
Tidak seperti jemaat mula-mula, sekarang ini sedikit orang kristen yang menganggapnya sebagai sebuah kehormatan untuk menderita bagi juruselamat yang menderita bagi mereka. Kita sedang membuktikan bahwa sangat sulit untuk mengikuti orang-orang kudus yang mau menderita ketika kita menjadi terbiasa dengan budaya kemakmuran.
Sama halnya dengan beberapa orang, kita juga memilih apa yang akan kita percayai dan bagaimana kita akan bertingkah laku tanpa lebih memberi perhatian pada apa yang diajarkan oleh Alkitab. Di dalam sebagian besar umat sekarang ini sedang bertumbuh kecenderungan untuk memilih bagian Alkitab yang mereka sukai saja. Mereka diikat oleh roh zaman kita sehingga kita berganti-ganti warna seperti seekor bunglon.
Saya setuju bahwa kita harus menguji pengertian kita tentang Alkitab dalam hubungannya dengan isu-isu modern. Tetapi, jika kita menyesuaikan Alkitab dengan angin yang berhembus tanpa arah, maka kita akan terlena oleh budaya sehingga kita tidak mampu berbuat apa-apa. Dalam semangat kita untuk menjadi relevan kita akan kehilangan suara kenabian kita.
Betapapun kita banyak menyalahkan Rudolf Bultmann seorang ahli teologi Jerman karena menolak bagian-bagian Alkitab yang tidak sesuai dengan keinginannya, tetapi kita berbuat hal yang sama ketika sampai pada praktik kebenaran secara alkitabiah. Tindakan menunjukkan bahwa otoritas kitab suci terdapat pada kit6a dan bukan pada teksnya.
Sementara itu perceraian yang terjadi di dalam gereja hampir sama banyaknya dengan yang terjadi di luar. Perilaku seks yang tidak wajar juga didapati di dalam komunitas jemaat. Seperti yang dikatakan oleh Gallup, tingkah laku etis dari mereka yang datang ke gereja dan mereka yang tidak itu luar biasa miripnya.
Sebuah pandangan baru yang mengatakan bahwa "Allah menginginkan Anda untuk menjadi kaya, bahagia dan sehat" telah muncul pada generasi ini yang cepat sekali menerima keuntungan dari kekristenan tanpa adanya ketaatan.
Bagaimana seharusnya kita meresponi sikap-sikap yang demikian. Barangkali kita harus mulai dengan kembali kepada Injil seperti terdapat dalam Perjanjian Baru. Banyak dari kita sudah bosan dengan "keputusan kelahiran baru" yang berdasarkan pengumuman bahwa seseorang telah selamat karena mereka telah berjalan di antara bangku-bangku atau mengisi sebuah kartu untuk mengambil keputusan. Kita melupakan perkataan Kristus, "Setiap tumbuhan yang tidak ditanam oleh Bapaku yang di surga akan dicabut" (Mat. 15:13).
Perbedaan antara orang percaya dan yang tidak percaya akan menjadi semakin jelas katika kita menyadari bahwa hanya mereka yang dipanggil oleh Allah yang akan datang kepadaNya; hanya ketika keselamatan itu dianggap sebagai pekerjaan dari anugerah Allah yang berdaulat yang akan kita hargai implikasinya dan kuasaNya yang mengubahkan.
Sebagai seorang gembala sidang marilah kita mengingat bahwa kita bukanlah pribadi yang memutuskan apa yang seharusnya kita khotbahkan, siapa yang dapat dikahkan ulang di dalam jemaat kita atau bagaimanakah struktur yang seharusnya dari sebuah rumah tangga. Juga tidak bergantung kepada kita apakah kita harus selektif dalam program TV yang akan kita tonton, berapa banyak yang harus dipersembahkan, atau apakah kita akan bersaksi kepada tetangga-tetangga kita. Kita adalah hamba yang terikat demi Yesus Kristus, diwajibkan untuk menyelidiki kitab suci untuk menemukan jawaban terhadap pertanyaan yang ada, "Tuhan apa yang Kau ingin aku lakukan?" (Kis. 9:6).
Bukanlah orang-orang yang mengaku Kristen yang akan mempengaruhi suatu bangsa; tetapi mereka yang menerima harganya dan hidup dalam kehidupan sebagai pengikut Kristuslah yang dapat melakukannya.
---------------------
Bacalah ulasannya lebih detail ditulisan Erwin Lutzer, Pastor to Pastor, halaman 107
Tidak seperti jemaat mula-mula, sekarang ini sedikit orang kristen yang menganggapnya sebagai sebuah kehormatan untuk menderita bagi juruselamat yang menderita bagi mereka. Kita sedang membuktikan bahwa sangat sulit untuk mengikuti orang-orang kudus yang mau menderita ketika kita menjadi terbiasa dengan budaya kemakmuran.
Sama halnya dengan beberapa orang, kita juga memilih apa yang akan kita percayai dan bagaimana kita akan bertingkah laku tanpa lebih memberi perhatian pada apa yang diajarkan oleh Alkitab. Di dalam sebagian besar umat sekarang ini sedang bertumbuh kecenderungan untuk memilih bagian Alkitab yang mereka sukai saja. Mereka diikat oleh roh zaman kita sehingga kita berganti-ganti warna seperti seekor bunglon.
Saya setuju bahwa kita harus menguji pengertian kita tentang Alkitab dalam hubungannya dengan isu-isu modern. Tetapi, jika kita menyesuaikan Alkitab dengan angin yang berhembus tanpa arah, maka kita akan terlena oleh budaya sehingga kita tidak mampu berbuat apa-apa. Dalam semangat kita untuk menjadi relevan kita akan kehilangan suara kenabian kita.
Betapapun kita banyak menyalahkan Rudolf Bultmann seorang ahli teologi Jerman karena menolak bagian-bagian Alkitab yang tidak sesuai dengan keinginannya, tetapi kita berbuat hal yang sama ketika sampai pada praktik kebenaran secara alkitabiah. Tindakan menunjukkan bahwa otoritas kitab suci terdapat pada kit6a dan bukan pada teksnya.
Sementara itu perceraian yang terjadi di dalam gereja hampir sama banyaknya dengan yang terjadi di luar. Perilaku seks yang tidak wajar juga didapati di dalam komunitas jemaat. Seperti yang dikatakan oleh Gallup, tingkah laku etis dari mereka yang datang ke gereja dan mereka yang tidak itu luar biasa miripnya.
Sebuah pandangan baru yang mengatakan bahwa "Allah menginginkan Anda untuk menjadi kaya, bahagia dan sehat" telah muncul pada generasi ini yang cepat sekali menerima keuntungan dari kekristenan tanpa adanya ketaatan.
Bagaimana seharusnya kita meresponi sikap-sikap yang demikian. Barangkali kita harus mulai dengan kembali kepada Injil seperti terdapat dalam Perjanjian Baru. Banyak dari kita sudah bosan dengan "keputusan kelahiran baru" yang berdasarkan pengumuman bahwa seseorang telah selamat karena mereka telah berjalan di antara bangku-bangku atau mengisi sebuah kartu untuk mengambil keputusan. Kita melupakan perkataan Kristus, "Setiap tumbuhan yang tidak ditanam oleh Bapaku yang di surga akan dicabut" (Mat. 15:13).
Perbedaan antara orang percaya dan yang tidak percaya akan menjadi semakin jelas katika kita menyadari bahwa hanya mereka yang dipanggil oleh Allah yang akan datang kepadaNya; hanya ketika keselamatan itu dianggap sebagai pekerjaan dari anugerah Allah yang berdaulat yang akan kita hargai implikasinya dan kuasaNya yang mengubahkan.
Sebagai seorang gembala sidang marilah kita mengingat bahwa kita bukanlah pribadi yang memutuskan apa yang seharusnya kita khotbahkan, siapa yang dapat dikahkan ulang di dalam jemaat kita atau bagaimanakah struktur yang seharusnya dari sebuah rumah tangga. Juga tidak bergantung kepada kita apakah kita harus selektif dalam program TV yang akan kita tonton, berapa banyak yang harus dipersembahkan, atau apakah kita akan bersaksi kepada tetangga-tetangga kita. Kita adalah hamba yang terikat demi Yesus Kristus, diwajibkan untuk menyelidiki kitab suci untuk menemukan jawaban terhadap pertanyaan yang ada, "Tuhan apa yang Kau ingin aku lakukan?" (Kis. 9:6).
Bukanlah orang-orang yang mengaku Kristen yang akan mempengaruhi suatu bangsa; tetapi mereka yang menerima harganya dan hidup dalam kehidupan sebagai pengikut Kristuslah yang dapat melakukannya.
---------------------
Bacalah ulasannya lebih detail ditulisan Erwin Lutzer, Pastor to Pastor, halaman 107
Selasa, 27 Desember 2011
TAHUKAH ANDA BETAPA RUMITNYA JALAN ALLAH ITU. SULIT BAGI KITA UNTUK MENGIRA-NGIRANYA.
Dunia ini tidak lepas kontrol atau berputar seenaknya di angkasa. Begitu pula penduduk dunia tidak hidup berdasarkan nasib yang tak menentu. Saat Allah menciptakan dunia ini dan menempatkan bintang2 dilangit, Ia juga menentukan arah dunia ini dan rencana-Nya bagi manusia.
Apa yang kelihatannyanya sekarang sebagai rangkaian peristiwa yang misterius dan tidak masuk akal sebenarnya adalah karya Tuhan yang terlalu dalam untuk dijelaskan dan dipahami. Melalui pena Yesaya (Yesaya 45:5-7), Tuhan menyatakan bahwa Dialah yang menciptakan terang dan gelap, nasib mujur dan nasib malang. Ini adalah contoh “hal-hal yang tak bisa dijelaskan.” Saya tidak mengerti mengapa saya menerima hasil cek kesehatan yang menyatakan bahwa saya punya tumor yang tidak pernah kita sadari sebelumnya. Saya tidak mengerti mengapa tsunami menghancurkan suatu daerah dan bukan daerah lainnya.
Ayub mengatakan bahwa kehendak Allah yang tidak bisa diganggu gugat secara tepat diatur oleh Allah yang berdaulat (Ayub 14:1,5).
“Tunggu sebentar” mungkin Anda berkata, “Bukan kah kita diciptakan dengan kehendak bebas? Tidakkah ini terserah saya. Saya yang memilih teman-teman saya, saya yang memilih minat saya, saya menentukan sendiri universitas mana untuk saya kuliah.”
Tetapi ijinkanlah saya berkata, “Anda adalah tanah liat. Dialah Sang Penjunan. Anda adalah ranting. Dialah Pokok Anggurnya. Anda adalah hamba; Dia adalah Tuan. Semua ada dalam tanganNya. Tidakkah indah hidup ini di dalam tangan-Nya? Ini adalah konsep yang sulit diterima oleh akal pikiran manusia. Charles R. Swindoll dalam bukunya The Mistery of God’s Will, mengatakan berpikir secara teologis adalah hal yang sulit untuk dilakukan karena bertentangan dengan sudut pandang manusiawi kita yang horizontal tentang hidup ini.
Lebih lanjut Charles R. Swindoll mengatakan, kita lebih suka hidup dengan alam nyata, sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan sekarang dan dekat dengan kita, lebih suka memandang hidup ini sebagaimana orang lain melihatnya, dan lebih suka berhubungan dengan realita yang bisa kita sentuh, analisa, buktikan, dan jelaskan. Kita merasa lebih nyaman dengan hal-hal yang bisa dijamah, yang lazim bagi kita, sesautu yang logis yang terbentuk karena budaya kita dan berlangsung selama hidup kita.
Grant howard dalam bukunya Knowing God’s will and Doing it menyatakan apa yang kelihatannya sekarang sebagai rangkaian peristiwa yang misterius dan tidak masuk akal sebenarnya adalah karya Tuhan yang terlalu dalam untuk dijelaskan dan dipahami. Bagaimana dengan masa depan? Hanya dua hal yang bisa Anda ketahui dengan pasti: Keadaan rohani dan nasib hidup kekal Anda. Jika Anda hidup dalam Kristus sekarang, Anda bisa tahu dengan pasti bahwa Anda akan tinggal di dalam Kristus di setiap saat di masa yang akan datang. Sisanya tersembunyi sampai sesuatu hal terjadi. Karir Anda, pasangan hidup Anda, lokasi rumah, nilai disekolah, sakit penyakit, kecelakaan, penghargaan-penghargaan, perjalanan-perjalanan, penghasilan, masa pensiun, semuanya adalah bagian dari kehendak Allah yang sudah ditetapkanNya tapi tidak akan diungkapkan sebelum waktunya. Lepas dari keadaan rohani dan nasib kekekalan Anda, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup Anda tidak bisa diprediksi kepastiannya secara mutlak
Apa yang kelihatannyanya sekarang sebagai rangkaian peristiwa yang misterius dan tidak masuk akal sebenarnya adalah karya Tuhan yang terlalu dalam untuk dijelaskan dan dipahami. Melalui pena Yesaya (Yesaya 45:5-7), Tuhan menyatakan bahwa Dialah yang menciptakan terang dan gelap, nasib mujur dan nasib malang. Ini adalah contoh “hal-hal yang tak bisa dijelaskan.” Saya tidak mengerti mengapa saya menerima hasil cek kesehatan yang menyatakan bahwa saya punya tumor yang tidak pernah kita sadari sebelumnya. Saya tidak mengerti mengapa tsunami menghancurkan suatu daerah dan bukan daerah lainnya.
Ayub mengatakan bahwa kehendak Allah yang tidak bisa diganggu gugat secara tepat diatur oleh Allah yang berdaulat (Ayub 14:1,5).
“Tunggu sebentar” mungkin Anda berkata, “Bukan kah kita diciptakan dengan kehendak bebas? Tidakkah ini terserah saya. Saya yang memilih teman-teman saya, saya yang memilih minat saya, saya menentukan sendiri universitas mana untuk saya kuliah.”
Tetapi ijinkanlah saya berkata, “Anda adalah tanah liat. Dialah Sang Penjunan. Anda adalah ranting. Dialah Pokok Anggurnya. Anda adalah hamba; Dia adalah Tuan. Semua ada dalam tanganNya. Tidakkah indah hidup ini di dalam tangan-Nya? Ini adalah konsep yang sulit diterima oleh akal pikiran manusia. Charles R. Swindoll dalam bukunya The Mistery of God’s Will, mengatakan berpikir secara teologis adalah hal yang sulit untuk dilakukan karena bertentangan dengan sudut pandang manusiawi kita yang horizontal tentang hidup ini.
Lebih lanjut Charles R. Swindoll mengatakan, kita lebih suka hidup dengan alam nyata, sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan sekarang dan dekat dengan kita, lebih suka memandang hidup ini sebagaimana orang lain melihatnya, dan lebih suka berhubungan dengan realita yang bisa kita sentuh, analisa, buktikan, dan jelaskan. Kita merasa lebih nyaman dengan hal-hal yang bisa dijamah, yang lazim bagi kita, sesautu yang logis yang terbentuk karena budaya kita dan berlangsung selama hidup kita.
Grant howard dalam bukunya Knowing God’s will and Doing it menyatakan apa yang kelihatannya sekarang sebagai rangkaian peristiwa yang misterius dan tidak masuk akal sebenarnya adalah karya Tuhan yang terlalu dalam untuk dijelaskan dan dipahami. Bagaimana dengan masa depan? Hanya dua hal yang bisa Anda ketahui dengan pasti: Keadaan rohani dan nasib hidup kekal Anda. Jika Anda hidup dalam Kristus sekarang, Anda bisa tahu dengan pasti bahwa Anda akan tinggal di dalam Kristus di setiap saat di masa yang akan datang. Sisanya tersembunyi sampai sesuatu hal terjadi. Karir Anda, pasangan hidup Anda, lokasi rumah, nilai disekolah, sakit penyakit, kecelakaan, penghargaan-penghargaan, perjalanan-perjalanan, penghasilan, masa pensiun, semuanya adalah bagian dari kehendak Allah yang sudah ditetapkanNya tapi tidak akan diungkapkan sebelum waktunya. Lepas dari keadaan rohani dan nasib kekekalan Anda, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup Anda tidak bisa diprediksi kepastiannya secara mutlak
Kamis, 22 Desember 2011
TAHUKAH ANDA DOKTRIN YANG PALING MENAKUTKAN SAYA?

Terus-terang, doktrin yang paling menakutkan saya selama saya mengikuti pendidikan teologi adalah doktrin mengenai kedaulatan Allah. Saya menggumuli doktrin tersebut cukup lama dan selama waktu itu saya membiarkan kebenaran mengenai kedaulatan Allah dalam ketidakpastian. Saya ada teman yang memiliki pemahaman akan kedaulatan Allah yang ekstrim dan konyol sehingga mereka menjadi tidak seimbang..Dan menurut saya mereka sudah tergolong penyesat.
Kedaulatan Allah bukan berarti bahwa saya bebas dari tanggung jawab. Kedaulatan Allah bukan berarti saya tidak berminat dengan urusan hari ini, atau bahwa keputusan saya tidak bisa diganggu gugat, atau bahwa saya tidak perlu prihatin dengan nasib jiwa-jiwa yang terhilang. Bukan itu semua. Biar bagaimanapun, harus ada kesimbangan.
Begitu banyak hal di dalam hidup kita yang tak bisa kita pahami. Saya tidak bisa menjelaskan rencanaNya. Saya hanya bisa menyingkapkan dari Alkitab betapa tak terduganya kehendak Allah.
Rasul Paulus sendiri mengakui betapa tak terduganya kehendak Allah itu...
"O, Alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya (Roma 11:30).
Jelas sekali segala keputusanNya tak terselidiki, karena kita hidup di dunia terbatas padahal Dia tak terbatas. Kita hidup dalam kekinian sementara. Dia hidup dalam kekekalan selama-lamanya. Jalan-jalanNya tak terselami. Kita hanya dapat sampai ke suatu situasi di mana Anda berkata, "Saya menerima keadaan ini." Dan ini membutuhkan kerendahan hati yang sangat sulit dilakukan oleh orang-orang berpendidikan di zaman modern ini.
RencanaNya sangat tak terduga. RencanaNya bisa berarti kerugian dan kemamuran, tragedi dan malapetaka, kesenangan dan kesukaan, penyakit dan kesehatan, saat-saat genting dan ketenangan, keamanan, kesejahteraan, dan kemudahan. RencanaNya bekerja saat kita tidak bisa membayangkan mengapa sesuatu begitu tidak menyenangkan ataupun pada saat alasan terlaksananya rencana itu jelas dan menyenangkan.
"Sebab siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasehatNya? Atau siapakah yang memberikan sesuatu kepadaNya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia dan oleh Dia dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya." (Roma 11:34-36).
Pada dasarnya minat untuk meneliti Allah secara ilmiah adalah hal yang keliru. Allah bukan objek yang tepat untuk observasi atau evaluasi yang mendalam, kritis, objektif, atau ilmiah. Allah tidak untuk diperlakukan seperti itu karena pengetahuan yang benar akan Allah akan selalu memimpin kita untuk menyembah. Tempat kita adalah tempat penyembahan di mana wajah kita berhadapan dengan-Nya. -- John R.W. STOTT
Kamis, 01 Desember 2011
KETAHUILAH ORANG-ORANG YANG SUKA MENGKRITIK ADA DIMANA-MANA
Saya suka membaca kisah biografi dan mempelajari berbagai perjuangan yang harus dilalui oleh orang-orang sukses dalam meraih tujuan mereka. Tanpa kecuali, biasanya orang-orang sukses menghadapi banyak pengkritik. Tidak peduli betapa pun kerasnya mereka bekerja, betapa hebatnya gagasan mereka, atau betapa luar biasanya bakat mereka, mereka tetap saja menjadi sasaran kritik.
Menurut Anda apakah Walt Disney tidak menghadapi pengkritik? Dia sedang bangkrut ketika berkeliling Hollywood dengan gagasan film kartunnya yang menarik, Steamboat Willie. Dapatkah Anda bayangkan bagaimana Disney berusaha menjual seekor tikus yang dapat berbicara dengan suara cempreng pada zaman film bisu? Impian-impian Disney memang hebat dan meskipun menghadapi Pengkritik, anak-anak di seluruh dunia berterima-kasih kepadanya. Sesungguhnya, orang-orang terdekatnya percaya bahwa Disney berkembang karena kritik.
Coba perhatikan semua kritik yang ditujukan kepada Juruselamat kita.
• Mereke menyebut Yesus sebagai seorang pelahap – Matius 11:19; Lukas 7:34
• Mereka menyebutnya sebagai seorang peminum – Matius 11:19; Lukas 7:34
• Mereka mengkritik Yesus karena bersama-sama dengan orang-orang berdosa –Matius 9:11; Markus 2:16; Lukas 5:30.
• Dan yang paling parah, mereka menyebut-Nya sebagai orang Samaria, yang merupakan penghinaan kasar terhadap suku bangsa (Yohanes 8:48). Ucapan ini seperti menuduh Dia memihak musuh.
Mungkin Anda juga menghadapi pengkritik di tempat kerja, gereja, atau di rumah. Percayalah, orang-orang yang suka mengkritik ada di mana-mana.
Ketahuilah seorang pengkritik memiliki detektor bawaan yang negatif yang menjadi ciri khas seorang pengkritik. Jika ada kekurangan, orang ini pasti segera akan menemukannya. Bersama orang ini Anda merasa seperti berada dalam pemeriksaan.
Ketahuilah seorang pengkritik sebenarnya adalah seorang yang haus kekuasaan. Seorang pengkritik sering berkata, “Saya benar dan sebaliknya kau percaya aku benar.” Tidak diragukan lagi, seorang pengkritik berusaha mendapatkan kekuasaan melalui kritik. Seorang pengkritik memahami kalau dia sudah berhasil membangkitkan keraguan dalam diri seseorang, maka dia dengan mudah mendapatkan kekuasaan. Tampaknya orang inilah yang berusaha menonjol dalam setiap hubungan.
Ketahuilah seorang pengkritik selalu bersikap seperti seorang ahli. Seorang pengkritik jarang mengajukan pertanyaan. Sebaliknya ia bergaya seperti ahli yang paling pintar hampir dalam segala hal. Ia suka memamerkan pengetahuan yang ia miliki kepada orang lain dan memusatkan perhatian pada seluk-beluk yang sepele dalam pengetahuan. Seorang pengkritik tahu cara membuat Anda merasa seakan-akan Anda kembali ke Sekolah Dasar, dan ia sedang memegang buku nilai. Orang ini sering menggurui.
Ketahuilah seorang pengkritik adalah seorang yang sangat rewel mengenai hal-hal sepele sampai sekecil-kecilnya. Orang ini dapat diandalkan dalam hal mengeluh atau menunjukkan kesalahan hampir setiap hari. Sekalipun Anda mengira segala sesuatu berjalan dengan lancar, orang ini akan menemukan adanya masalah.
Ketahuilah seorang Pengkritik merasa yakin bahwa kritiknya berguna. Ia percaya pada mitos bahwa tidak mustahil menolong orang lain dengan cara mencela kesalahan mereka meski tanpa diminta. Yang tidak disadari oleh seorang pengkritik, usaha yang ia lakukan guna membuat perbaikan itu justru sering membuahkan hasil yang bertolak belakang dengan harapannya. Karena ketika seseorang dikritik, naluri pertamanya adalah membela diri sendiri melawan kritik tersebut, bukannya mengubah dirinya. Sebagian besar perubahan yang sesungguhnya terjadi bukan karena kritik, melainkan dengan perenungan pribadi atau dengan seseorang yang mempedulikan kita dengan penuh kesabaran.
Ketahuilah seorang pengkritik tidak menutup-nutupi apa yang ia pikirkan maupun memperhalus kritikannya. Nasehatnya, baik yang diharapkan maupun tidak, meluncur begitu saja dari mulutnya demi berusaha menyelesaikan masalah. Ia melihat ada sesuatu yang salah dan dengan serta merta mengemukakan sebuah jalan keluar yang akhirnya justru kedengarannya lebih bersifat mengkritik daripada membantu.
Ketahuilah seorang pengkritik meskipun dia berkata bahwa dia mencintai kebenaran dan berusaha mencari kebenaran sebenarnya dia merasa sudah menjadi tugasnya untuk menemukan kesalahan. Ia tidak bisa beristirahat atau bersantai sampai dapat menyingkapkan sesuatu hingga akhirnya menemukan kesalahan. Sekalipun Anda melakukan satu pekerjaan yang hebat, masih banyak pengkritik yang akan menemukan sesuatu yang dapat dijadikan bahan keluhan. Ini merupakan bagian dari sifat dasar seorang pengkritik.
Ketahuilah seorang pengkritik terbentuk sejak mereka kecil. Sejak kecil dia seringkali mendengarkan keluhan dan omelan ibunya yang tidak ada habisnya.. Dan dia bertumbuh dengan keyakinan bahwa sikap semacam itu normal. Ia tertular “kecanduan mengomel” itu dari orang tuanya, dan tidak menyadari bahwa ucapan panjang lebar yang disertai dengan penghakiman dan kritik tersebut tidak disukai tetapi tetap melanjutkan kebiasaannya. Sama hal kalau Anda seringkali mendengarkan keluhan dan omelan pengajar Anda yang tidak ada habisnya..maka Anda akan bertumbuh dengan keyakinan bahwa sikap semacam itu normal.
Ketahuilah ada beberapa macam tipe Pengkritik. Dengan kata lain, masing-masing pengkritik tidaklah sama. Ada pengkritik yang picik yang harga dirinya sudah labil hinga sedemikian rupa sampai-sampai terpaksa menjatuhkan setiap orang. Ada juga tipe pengkritik yang merasa sangat bertanggung jawab atas kesejahteraan Anda. Mereka adalah pengkritik yang mungkin memotong percakapan, padahal kehadiran mereka tidak diharapkan, namun mereka tulus dan patut kita perhatikan.
Ketahuilah Cara menghadapi seorang pengkritik.
1. Akuilah dalam diri kita ada sifat pengkritik. Kita semua agak suka mengkritik. Siapa yang tidak pernah mengomeli orang lain karena sesuatu hal? Pasangan suami-istri mana yang belum pernah menggunakan kritik sebagai cara untuk membujuk? Orang tua mana yang tidak pernah mengkritik perilaku memalukan dalam diri anak mereka? Kita semua sedikit banyak merupakan pengkritik, dan kita mulai meraih kemajuan dengan pengkritik hanya bila kita mencapai persetujuan dengan pengkritik dalam diri kita.
2. Tempatkanlah diri Anda dalam situasi yang dihadapi Pengkritik itu.
Seorang pengkritik biasanya tumbuh dari situasi keluarga yang sangat tidak menyenangkan, suatu situasi dimana dia sama sekali tidak pernah mendapatkan dorongan semangat dan pengakuan dari kedua orang tuanya.
Di dalam kehidupan keagamaan, seorang pengkritik biasanya tumbuh dari situasi keagamaan yang sangat tidak menyenangkannya, kadangkala kepahitan seorang pemimpin tidak disadarinya meresap dalam diri pelajar-pelajarnya.
3. Batasilah kritik yang akan anda terima.—Jika Anda memiliki seorang pengkritik yang terus-menerus mengurusi hal-hal yang tidak penting dan menghambat Anda melakukan tugas utama Anda, tetapkanlah batas-batas Anda. Pisahkanlah antara kritik yang tidak penting dari kritik yang lebih penting. Saya memuji cara Billy Graham mengatasi para pengkritiknya. Mereka boleh mangatakan apa pun yang mereka inginkan, tetapi dia tidak mengijinkan kritik mereka itu menghambat ia dari tujuannya, yakni memberitakan injil.
4. Jagalah titik-titik kelemahan Anda dengan berhati-hati di dekat seorang pengkritik. Kita semua memiliki “titik-titik kelemahan” yaitu daerah yang sangat mudah terluka dan sensitif. Jangan biarkan si pengkritik memasuki daerah terlarang dalam hidup Anda. Katakanlah, “Kau boleh menilai atau mengkritik apa pun yang kulakukan, tetapi Anda tidak perlu memberitahu saya bagaimana caranya mengatasi masalah saya..itu bukan urusanmu, itu adalah urusanku.”
5. Tempatkanlah masalah secara proporsional. Salah satu bagian yang berat dari hidup atau bekerja bersama seorang pengkritik adalah karena kita begitu mempedulikan apa yang ia katakan mengenai diri kita. Rasul Paulus menyatakan kebebasannya dari pengkritik dengan cara sebagai berikut: “Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia.” (1 Korintus 4:3). Ia sedang memberitahu beberapa jemaat di Korintus yang suka mencampuri urusan orang lain tersebut agar berhenti mengganggunya, dan kita mengikuti teladannya.
6. Tetaplah bersikap lembut, dan cepatlah pergi. Jangan mempercayakan perkara Anda kepada seorang pengkritik.
7. Percayakanlah hidup Anda kepada Pribadi yang benar2 mengenal Anda. Pribadi yang benar2 mengenal Anda adalah Tuhan. Dia Mahatahu—Dia mengetahui semua motif, rencana, dan dalih kita. “TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku. Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah kau ketahui, ya TUHAN.” (Mazmur 139:1-2,4). Tuhan tahu terlalu banyak tentang diri kita. Kita tidak dapat menghindar dari mata Tuhan yang mengawasi kita. Namun karena kasih karunia-Nya, kita tidak perlu hidup dengan rasa takut kepadaNya. Di atas kayu salib, jariNya yang terancung, yang pernah diarahkannya kepada kita, berubah menjadi tangan yang terbuka lebar untuk menyambut kita. Hakim kita menjadi penyelamat kita
Menurut Anda apakah Walt Disney tidak menghadapi pengkritik? Dia sedang bangkrut ketika berkeliling Hollywood dengan gagasan film kartunnya yang menarik, Steamboat Willie. Dapatkah Anda bayangkan bagaimana Disney berusaha menjual seekor tikus yang dapat berbicara dengan suara cempreng pada zaman film bisu? Impian-impian Disney memang hebat dan meskipun menghadapi Pengkritik, anak-anak di seluruh dunia berterima-kasih kepadanya. Sesungguhnya, orang-orang terdekatnya percaya bahwa Disney berkembang karena kritik.
Coba perhatikan semua kritik yang ditujukan kepada Juruselamat kita.
• Mereke menyebut Yesus sebagai seorang pelahap – Matius 11:19; Lukas 7:34
• Mereka menyebutnya sebagai seorang peminum – Matius 11:19; Lukas 7:34
• Mereka mengkritik Yesus karena bersama-sama dengan orang-orang berdosa –Matius 9:11; Markus 2:16; Lukas 5:30.
• Dan yang paling parah, mereka menyebut-Nya sebagai orang Samaria, yang merupakan penghinaan kasar terhadap suku bangsa (Yohanes 8:48). Ucapan ini seperti menuduh Dia memihak musuh.
Mungkin Anda juga menghadapi pengkritik di tempat kerja, gereja, atau di rumah. Percayalah, orang-orang yang suka mengkritik ada di mana-mana.
Ketahuilah seorang pengkritik memiliki detektor bawaan yang negatif yang menjadi ciri khas seorang pengkritik. Jika ada kekurangan, orang ini pasti segera akan menemukannya. Bersama orang ini Anda merasa seperti berada dalam pemeriksaan.
Ketahuilah seorang pengkritik sebenarnya adalah seorang yang haus kekuasaan. Seorang pengkritik sering berkata, “Saya benar dan sebaliknya kau percaya aku benar.” Tidak diragukan lagi, seorang pengkritik berusaha mendapatkan kekuasaan melalui kritik. Seorang pengkritik memahami kalau dia sudah berhasil membangkitkan keraguan dalam diri seseorang, maka dia dengan mudah mendapatkan kekuasaan. Tampaknya orang inilah yang berusaha menonjol dalam setiap hubungan.
Ketahuilah seorang pengkritik selalu bersikap seperti seorang ahli. Seorang pengkritik jarang mengajukan pertanyaan. Sebaliknya ia bergaya seperti ahli yang paling pintar hampir dalam segala hal. Ia suka memamerkan pengetahuan yang ia miliki kepada orang lain dan memusatkan perhatian pada seluk-beluk yang sepele dalam pengetahuan. Seorang pengkritik tahu cara membuat Anda merasa seakan-akan Anda kembali ke Sekolah Dasar, dan ia sedang memegang buku nilai. Orang ini sering menggurui.
Ketahuilah seorang pengkritik adalah seorang yang sangat rewel mengenai hal-hal sepele sampai sekecil-kecilnya. Orang ini dapat diandalkan dalam hal mengeluh atau menunjukkan kesalahan hampir setiap hari. Sekalipun Anda mengira segala sesuatu berjalan dengan lancar, orang ini akan menemukan adanya masalah.
Ketahuilah seorang Pengkritik merasa yakin bahwa kritiknya berguna. Ia percaya pada mitos bahwa tidak mustahil menolong orang lain dengan cara mencela kesalahan mereka meski tanpa diminta. Yang tidak disadari oleh seorang pengkritik, usaha yang ia lakukan guna membuat perbaikan itu justru sering membuahkan hasil yang bertolak belakang dengan harapannya. Karena ketika seseorang dikritik, naluri pertamanya adalah membela diri sendiri melawan kritik tersebut, bukannya mengubah dirinya. Sebagian besar perubahan yang sesungguhnya terjadi bukan karena kritik, melainkan dengan perenungan pribadi atau dengan seseorang yang mempedulikan kita dengan penuh kesabaran.
Ketahuilah seorang pengkritik tidak menutup-nutupi apa yang ia pikirkan maupun memperhalus kritikannya. Nasehatnya, baik yang diharapkan maupun tidak, meluncur begitu saja dari mulutnya demi berusaha menyelesaikan masalah. Ia melihat ada sesuatu yang salah dan dengan serta merta mengemukakan sebuah jalan keluar yang akhirnya justru kedengarannya lebih bersifat mengkritik daripada membantu.
Ketahuilah seorang pengkritik meskipun dia berkata bahwa dia mencintai kebenaran dan berusaha mencari kebenaran sebenarnya dia merasa sudah menjadi tugasnya untuk menemukan kesalahan. Ia tidak bisa beristirahat atau bersantai sampai dapat menyingkapkan sesuatu hingga akhirnya menemukan kesalahan. Sekalipun Anda melakukan satu pekerjaan yang hebat, masih banyak pengkritik yang akan menemukan sesuatu yang dapat dijadikan bahan keluhan. Ini merupakan bagian dari sifat dasar seorang pengkritik.
Ketahuilah seorang pengkritik terbentuk sejak mereka kecil. Sejak kecil dia seringkali mendengarkan keluhan dan omelan ibunya yang tidak ada habisnya.. Dan dia bertumbuh dengan keyakinan bahwa sikap semacam itu normal. Ia tertular “kecanduan mengomel” itu dari orang tuanya, dan tidak menyadari bahwa ucapan panjang lebar yang disertai dengan penghakiman dan kritik tersebut tidak disukai tetapi tetap melanjutkan kebiasaannya. Sama hal kalau Anda seringkali mendengarkan keluhan dan omelan pengajar Anda yang tidak ada habisnya..maka Anda akan bertumbuh dengan keyakinan bahwa sikap semacam itu normal.
Ketahuilah ada beberapa macam tipe Pengkritik. Dengan kata lain, masing-masing pengkritik tidaklah sama. Ada pengkritik yang picik yang harga dirinya sudah labil hinga sedemikian rupa sampai-sampai terpaksa menjatuhkan setiap orang. Ada juga tipe pengkritik yang merasa sangat bertanggung jawab atas kesejahteraan Anda. Mereka adalah pengkritik yang mungkin memotong percakapan, padahal kehadiran mereka tidak diharapkan, namun mereka tulus dan patut kita perhatikan.
Ketahuilah Cara menghadapi seorang pengkritik.
1. Akuilah dalam diri kita ada sifat pengkritik. Kita semua agak suka mengkritik. Siapa yang tidak pernah mengomeli orang lain karena sesuatu hal? Pasangan suami-istri mana yang belum pernah menggunakan kritik sebagai cara untuk membujuk? Orang tua mana yang tidak pernah mengkritik perilaku memalukan dalam diri anak mereka? Kita semua sedikit banyak merupakan pengkritik, dan kita mulai meraih kemajuan dengan pengkritik hanya bila kita mencapai persetujuan dengan pengkritik dalam diri kita.
2. Tempatkanlah diri Anda dalam situasi yang dihadapi Pengkritik itu.
Seorang pengkritik biasanya tumbuh dari situasi keluarga yang sangat tidak menyenangkan, suatu situasi dimana dia sama sekali tidak pernah mendapatkan dorongan semangat dan pengakuan dari kedua orang tuanya.
Di dalam kehidupan keagamaan, seorang pengkritik biasanya tumbuh dari situasi keagamaan yang sangat tidak menyenangkannya, kadangkala kepahitan seorang pemimpin tidak disadarinya meresap dalam diri pelajar-pelajarnya.
3. Batasilah kritik yang akan anda terima.—Jika Anda memiliki seorang pengkritik yang terus-menerus mengurusi hal-hal yang tidak penting dan menghambat Anda melakukan tugas utama Anda, tetapkanlah batas-batas Anda. Pisahkanlah antara kritik yang tidak penting dari kritik yang lebih penting. Saya memuji cara Billy Graham mengatasi para pengkritiknya. Mereka boleh mangatakan apa pun yang mereka inginkan, tetapi dia tidak mengijinkan kritik mereka itu menghambat ia dari tujuannya, yakni memberitakan injil.
4. Jagalah titik-titik kelemahan Anda dengan berhati-hati di dekat seorang pengkritik. Kita semua memiliki “titik-titik kelemahan” yaitu daerah yang sangat mudah terluka dan sensitif. Jangan biarkan si pengkritik memasuki daerah terlarang dalam hidup Anda. Katakanlah, “Kau boleh menilai atau mengkritik apa pun yang kulakukan, tetapi Anda tidak perlu memberitahu saya bagaimana caranya mengatasi masalah saya..itu bukan urusanmu, itu adalah urusanku.”
5. Tempatkanlah masalah secara proporsional. Salah satu bagian yang berat dari hidup atau bekerja bersama seorang pengkritik adalah karena kita begitu mempedulikan apa yang ia katakan mengenai diri kita. Rasul Paulus menyatakan kebebasannya dari pengkritik dengan cara sebagai berikut: “Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia.” (1 Korintus 4:3). Ia sedang memberitahu beberapa jemaat di Korintus yang suka mencampuri urusan orang lain tersebut agar berhenti mengganggunya, dan kita mengikuti teladannya.
6. Tetaplah bersikap lembut, dan cepatlah pergi. Jangan mempercayakan perkara Anda kepada seorang pengkritik.
7. Percayakanlah hidup Anda kepada Pribadi yang benar2 mengenal Anda. Pribadi yang benar2 mengenal Anda adalah Tuhan. Dia Mahatahu—Dia mengetahui semua motif, rencana, dan dalih kita. “TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku. Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah kau ketahui, ya TUHAN.” (Mazmur 139:1-2,4). Tuhan tahu terlalu banyak tentang diri kita. Kita tidak dapat menghindar dari mata Tuhan yang mengawasi kita. Namun karena kasih karunia-Nya, kita tidak perlu hidup dengan rasa takut kepadaNya. Di atas kayu salib, jariNya yang terancung, yang pernah diarahkannya kepada kita, berubah menjadi tangan yang terbuka lebar untuk menyambut kita. Hakim kita menjadi penyelamat kita
Kamis, 24 November 2011
KETAHUILAH BAHWA GOSIP ADALAH KEJAHATAN
Seorang penulis Novel dari Inggris, George Meredith, pernah berkata, “Gosip adalah hewan pemangsa yang bahkan tidak sudi menunggu sampai korbannya mati dahulu.” Menyebarkan gosip adalah seperti olaraga berburu yang dilakukan secara diam-diam untuk menghancurkan nama baik orang lain. Nama baik merupakan harta milik yang paling berharga. Alkitab berkata, “Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar.” (Amsal 22:1). Dan seorang penggosip menghancurkannya.
Seorang penggosip yang sudah mendarah daging senang menyaksikan nama baik seseorang hancur berkeping-keping. Seperti yang dikatakan dalam Amsal 16:28, “Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.”
Seorang penggosip sering pura-pura dapat menyimpan rahasia. Bisanya seorang penggosip memulai rentetan ucapannya dengan “Kau harus berjanji tidak akan menceritakan omonganku ini kepada Udin karena si Udin menyuruhku bersumpah untuk tutup mulut....” Kedengarannya sangat rahasia. Tetapi, jika memang demikian, mengapa ia menceritakan rahasia itu kepada Anda? Anda lihat seorang penggosip tampaknya menjaga rahasia, namun tindakannya bertolak belakang. Ia menyampaikan rahasia itu kepada siapa pun yang mau mendengarnya. Seharusnya, tidaklah mengejutkan bahwa bila ia menceritakan rahasia Udin, ia akan menceritakan rahasia Anda pula.
Seorang penggosip seperti ular yang menyemburkan bisa kepada semua orang. Hal yang satu ini dapat menghancurkan pernikahan, membunuh karier, merusak nama baik, menyebabkan sakit hati, mengakibatkan kesedihan yang mendalam, dan membuat orang yang tidak bersalah menangis dengan diam-diam di atas bantal mereka.
Gosip telah mewabah di dunia sejak manusia dapat berbicara. Rasul Paulus memperingatkan mengenai kuasa yang menghancurkan akibat gosip dan hukuman yang berlaku bagi “penggosip dan orang yang suka mencampuri urusan orang lain.” Yang mengucapkan “hal-hal yang tidak pantas” (1 Timotius 5:13).
Penulis sejarah dari Yunani seangkatan Homer, Hesiod, menyatakan pada bagian akhir Worlds and Days: “Gosip itu membahayakan, gampang, dan mudah ditimbulkan, namun sangat menyakitkan untuk dirasakan dan sulit dihindari. Gosip tidak pernah lenyap seluruhnya.”
Gosip membuat orang menjadi kecil. Benar-benar tidak ada sesuatu yang menjanjikan dalam gosip. Menurut Penulis terlaris Versi New York Times, John C. Maxwell, Gosip mengurangi pribadi orang yang dibicarakan, mengurangi pribadi orang yang mengatakan hal-hal buruk tentang orang lain, dan bahkan menghancurkan orang yang mendengarkan. Itulah sebabnya Anda tidak saja harus menghindari menyebarkan gosip tetapi juga menghindari menjadi penerima gosip. Sebenarnya, tidak berkata apa-apa dan mendengarkan lebih banyak gosip dengan penuh minat membuat Anda sama bersalahnya dengan seorang penggosip.
Tidak diragukan lagi bahwa gosip adalah kejahatan, namun kejahatan ini tidak pernah menjadi lebih terkenal. Saat ini gosip mengisi lebih dari lima puluh acara perbicangan di televisi, lebih dari empat puluh kolom surat kabar, lusinan majalah, dan paling sedikit tiga tabloid terbesar.
PENGERTIAN UMUM MENGENAI GOSIP
Dalam pengertian yang paling umum, gosip dapat diartikan sebagai keterangan pribadi tanpa disertai bukti yang mendukung. Dalam hal ini seseorang harus mampu membedakan antara informasi pribadi yang dapat menghasilkan manfaat dan informasi pribadi yang hanya berbau gosip.
Para ahli yang telah mempelajari gosip percaya bahwa kita semua kadang-kadang menuruti keinginan hati untuk sedikit bergosip karena membicarakan orang lain merupakan bagian dari pembawaan yang bersifat kebiasaan dalam diri kita, yang ditanamkan dalam pikiran kita baik secara sosial maupun secara kejiwaan.
BAGAIMANA MENGATASI SEORANG PENGGOSIP????
Seharusnya setiap informasi yang Anda dengar Anda dapat berkata, “Apa kamu yakin bahwa yang kamu katakan itu benar atau hanya perkiraanmu?” Tujuannya adalah untuk benar-benar meneliti pernyataan yang tidak berdasarkan bukti-bukti; kalau tidak, berarti Anda diam-diam menyetujui perkataan Penggosip itu. Setelah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli sosiologi dari Universitas Indiana, Donna Eder, menunjukkan bahwa reaksi seseorang terhadap gosip membantu menentukan hasil dari pokok permasalahan. Selama tiga tahun, Eder mendengarkan berbagai percakapan dari tujuh puluh sembilan gadis. Eder menEmukan bahwa kerusakan akibat gosip menjadi berkurang bila setelah menerima informasi selengkapnya orang itu mendukung atau sebaliknya membela orang yang diperbincangkan. Sebaliknya, jika ia turut mengambil bagian dalam gosip itu, seringkali akibatnya adalah pembunuhan karakter. Sebagaimana dikatakan dalam Amsal 26:20, “Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran.” Sebuah gosip biasanya hanya membesar-besarkan masalah sepele dengan cara menambah-nambahi kotoran.
Kadang-kadang tidaklah mudah untuk tetap bersikap tenang dan acuh tak acuh terhadap seorang Penggosip. Sebisa mungkin belokkan arah percakapan yang penuh dengan gosip tanpa harus menyalahkan si Penggosip. Namun seringkali ini merupakan pekerjaan yang mustahil. Anda tidak dapat menghentikan semua gosip yang timbul. Jadi kalau ternyata sulit menghindari diri dari sebuah gosip, susunlah sebuah rencana. Jangan katakan apapun dan teruslah melangkah. Kadang-kadang menolak untuk terlibat dalam sampah adalah lebih baik daripada mengucapkan kata-kata menjemukan yang melekat dalam tenggorokan Anda.
Bila seseorang mencoba bercerita kepada Anda mengenai sesuatu yang tidak ingin Anda dengar, Anda tidak perlu terjebak. Hentikan saja ucapan penggosip itu dengan cara tidak mendengarkan rahasia yang ia kemukakan. Pakailah salah satu dari jawaban-jawaban di bawah ini untuk menanggapi perkataan khas yang diucapkan seorang penggosip.
Si Penggosip: “Bisakah kamu menyimpan rahasia?”
Anda: “Sebenarnya tidak bisa.”
Si Penggosip: “Ada sesuatu yang ingin kuceritakan kepadamu, tetapi aku tidak yakin apakah aku
harus mengatakannya.”
Anda: “Karena itu jangan menceritakannya.”
Penggosip: “Apa kamu mendengar apa kata orang tentang si Anu?”
Anda: “Maksudmu ia begitu baik sehingga hanya orang dungu yang akan menjelek-jelekkannya.”
Kepiawaian Anda dalam menjawab akan sangat bergantung pada gaya Anda, tetapi Anda dapat menghindari untuk tidak membuka jalan bagi arus gosip jika Anda siap dengan beberapa jawaban tegas yang pasti.
Apakah Anda memetik suatu keuntungan dari gosip mengenai diri Anda? Pernahkah Gosip menjadi sesuatu yang baik? Ada begitu banyak kebaikan dalam hal yang terburuk dan begitu banyak keburukan dalam hal yang terbaik dari diri kita sehingga akhirnya hampir tidak satu pun di antara kita yang membicarakan sesama kita.
Sebaiknya kita berdoa, “Tuhan, tolonglah aku hari ini. Jangan biarkan aku menyakiti siapa pun dengan mulutku.”
Ketahuilah kepada siapa Anda menceritakan rahasia Anda. Saya memiliki seorang sahabat yang sangat saya kasihi dan saya selalu menikmati saat-saat kebersamaan dengannya, tetapi saya tidak akan mempercayakan rahasia saya kepadanya. Ia hampir tidak dapat menjaga rahasia terkecil sekalipun dan saya tidak siap mempercayakan rahasia besar saya kepadanya. Namun, apakah ini berarti kita tidak bisa menjadi sahabat baik? Tentu saja tidak. Yang saya lakukan hanyalah tidak menceritakan kepadanya hal-hal yang ingin saya rahasiakan.
Empat tahun yang lalu saya mendapati diri saya menjadi sasaran gosip yang tidak beralasan dan sangat menghancurkan. Menurut selentingan yang berembus dari kawan-kawan sekerja, saya dituduh telah melakukan perzinahan dan kawin siri. Tentu saja itu tidak benar. Jadi, karena percaya bahwa gunjingan itu pada akhirnya akan berhenti, maka saya ambil sikap tidak peduli. Namun jika gosip itu semakin meningkat dan tidak main-main, saya harus segera mengambil tindakan. Saya harus menghadapi secara langsung pernyataan tanpa bukti itu tanpa membuang waktu. Dan utnuk membantu Anda melakukannya, Anda dapat mempertimbangkan bahwa Anda memiliki seorang sahabat yang dapat dipercaya dan yang memihak Anda.
Ingatlah seseorang tidak dapat menarik kembali peluru yang baru ia tembakkan demikianlah juga dengan seorang penggosip, ia tidak dapat “menarik kembali” gunjingan yang ia katakan. Sekali terucap, gosip itu tersebar. Dan masalahnya gosip itu tidak akan berhenti mendesing sebelum melukai sejumlah orang. Namun, akhirnya ada Seseorang yang dapat memberi kita rasa aman. Seseorang yang dapat kita percayai melebihi siapa pun. Dalam Mazmur 62 Daud menulis, “
Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.
Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela (Mazmur 62:6-9)
Catatan:
1. Les Parrot III PH.D, High-Maintenance Relationship, Jakarta: Metanoia
Publishing, 2006.
2. John C. Maxwell, The Maxwell Daily Reader, Jakarta: BIP, 2011.
Seorang penggosip yang sudah mendarah daging senang menyaksikan nama baik seseorang hancur berkeping-keping. Seperti yang dikatakan dalam Amsal 16:28, “Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.”
Seorang penggosip sering pura-pura dapat menyimpan rahasia. Bisanya seorang penggosip memulai rentetan ucapannya dengan “Kau harus berjanji tidak akan menceritakan omonganku ini kepada Udin karena si Udin menyuruhku bersumpah untuk tutup mulut....” Kedengarannya sangat rahasia. Tetapi, jika memang demikian, mengapa ia menceritakan rahasia itu kepada Anda? Anda lihat seorang penggosip tampaknya menjaga rahasia, namun tindakannya bertolak belakang. Ia menyampaikan rahasia itu kepada siapa pun yang mau mendengarnya. Seharusnya, tidaklah mengejutkan bahwa bila ia menceritakan rahasia Udin, ia akan menceritakan rahasia Anda pula.
Seorang penggosip seperti ular yang menyemburkan bisa kepada semua orang. Hal yang satu ini dapat menghancurkan pernikahan, membunuh karier, merusak nama baik, menyebabkan sakit hati, mengakibatkan kesedihan yang mendalam, dan membuat orang yang tidak bersalah menangis dengan diam-diam di atas bantal mereka.
Gosip telah mewabah di dunia sejak manusia dapat berbicara. Rasul Paulus memperingatkan mengenai kuasa yang menghancurkan akibat gosip dan hukuman yang berlaku bagi “penggosip dan orang yang suka mencampuri urusan orang lain.” Yang mengucapkan “hal-hal yang tidak pantas” (1 Timotius 5:13).
Penulis sejarah dari Yunani seangkatan Homer, Hesiod, menyatakan pada bagian akhir Worlds and Days: “Gosip itu membahayakan, gampang, dan mudah ditimbulkan, namun sangat menyakitkan untuk dirasakan dan sulit dihindari. Gosip tidak pernah lenyap seluruhnya.”
Gosip membuat orang menjadi kecil. Benar-benar tidak ada sesuatu yang menjanjikan dalam gosip. Menurut Penulis terlaris Versi New York Times, John C. Maxwell, Gosip mengurangi pribadi orang yang dibicarakan, mengurangi pribadi orang yang mengatakan hal-hal buruk tentang orang lain, dan bahkan menghancurkan orang yang mendengarkan. Itulah sebabnya Anda tidak saja harus menghindari menyebarkan gosip tetapi juga menghindari menjadi penerima gosip. Sebenarnya, tidak berkata apa-apa dan mendengarkan lebih banyak gosip dengan penuh minat membuat Anda sama bersalahnya dengan seorang penggosip.
Tidak diragukan lagi bahwa gosip adalah kejahatan, namun kejahatan ini tidak pernah menjadi lebih terkenal. Saat ini gosip mengisi lebih dari lima puluh acara perbicangan di televisi, lebih dari empat puluh kolom surat kabar, lusinan majalah, dan paling sedikit tiga tabloid terbesar.
PENGERTIAN UMUM MENGENAI GOSIP
Dalam pengertian yang paling umum, gosip dapat diartikan sebagai keterangan pribadi tanpa disertai bukti yang mendukung. Dalam hal ini seseorang harus mampu membedakan antara informasi pribadi yang dapat menghasilkan manfaat dan informasi pribadi yang hanya berbau gosip.
Para ahli yang telah mempelajari gosip percaya bahwa kita semua kadang-kadang menuruti keinginan hati untuk sedikit bergosip karena membicarakan orang lain merupakan bagian dari pembawaan yang bersifat kebiasaan dalam diri kita, yang ditanamkan dalam pikiran kita baik secara sosial maupun secara kejiwaan.
BAGAIMANA MENGATASI SEORANG PENGGOSIP????
Seharusnya setiap informasi yang Anda dengar Anda dapat berkata, “Apa kamu yakin bahwa yang kamu katakan itu benar atau hanya perkiraanmu?” Tujuannya adalah untuk benar-benar meneliti pernyataan yang tidak berdasarkan bukti-bukti; kalau tidak, berarti Anda diam-diam menyetujui perkataan Penggosip itu. Setelah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli sosiologi dari Universitas Indiana, Donna Eder, menunjukkan bahwa reaksi seseorang terhadap gosip membantu menentukan hasil dari pokok permasalahan. Selama tiga tahun, Eder mendengarkan berbagai percakapan dari tujuh puluh sembilan gadis. Eder menEmukan bahwa kerusakan akibat gosip menjadi berkurang bila setelah menerima informasi selengkapnya orang itu mendukung atau sebaliknya membela orang yang diperbincangkan. Sebaliknya, jika ia turut mengambil bagian dalam gosip itu, seringkali akibatnya adalah pembunuhan karakter. Sebagaimana dikatakan dalam Amsal 26:20, “Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran.” Sebuah gosip biasanya hanya membesar-besarkan masalah sepele dengan cara menambah-nambahi kotoran.
Kadang-kadang tidaklah mudah untuk tetap bersikap tenang dan acuh tak acuh terhadap seorang Penggosip. Sebisa mungkin belokkan arah percakapan yang penuh dengan gosip tanpa harus menyalahkan si Penggosip. Namun seringkali ini merupakan pekerjaan yang mustahil. Anda tidak dapat menghentikan semua gosip yang timbul. Jadi kalau ternyata sulit menghindari diri dari sebuah gosip, susunlah sebuah rencana. Jangan katakan apapun dan teruslah melangkah. Kadang-kadang menolak untuk terlibat dalam sampah adalah lebih baik daripada mengucapkan kata-kata menjemukan yang melekat dalam tenggorokan Anda.
Bila seseorang mencoba bercerita kepada Anda mengenai sesuatu yang tidak ingin Anda dengar, Anda tidak perlu terjebak. Hentikan saja ucapan penggosip itu dengan cara tidak mendengarkan rahasia yang ia kemukakan. Pakailah salah satu dari jawaban-jawaban di bawah ini untuk menanggapi perkataan khas yang diucapkan seorang penggosip.
Si Penggosip: “Bisakah kamu menyimpan rahasia?”
Anda: “Sebenarnya tidak bisa.”
Si Penggosip: “Ada sesuatu yang ingin kuceritakan kepadamu, tetapi aku tidak yakin apakah aku
harus mengatakannya.”
Anda: “Karena itu jangan menceritakannya.”
Penggosip: “Apa kamu mendengar apa kata orang tentang si Anu?”
Anda: “Maksudmu ia begitu baik sehingga hanya orang dungu yang akan menjelek-jelekkannya.”
Kepiawaian Anda dalam menjawab akan sangat bergantung pada gaya Anda, tetapi Anda dapat menghindari untuk tidak membuka jalan bagi arus gosip jika Anda siap dengan beberapa jawaban tegas yang pasti.
Apakah Anda memetik suatu keuntungan dari gosip mengenai diri Anda? Pernahkah Gosip menjadi sesuatu yang baik? Ada begitu banyak kebaikan dalam hal yang terburuk dan begitu banyak keburukan dalam hal yang terbaik dari diri kita sehingga akhirnya hampir tidak satu pun di antara kita yang membicarakan sesama kita.
Sebaiknya kita berdoa, “Tuhan, tolonglah aku hari ini. Jangan biarkan aku menyakiti siapa pun dengan mulutku.”
Ketahuilah kepada siapa Anda menceritakan rahasia Anda. Saya memiliki seorang sahabat yang sangat saya kasihi dan saya selalu menikmati saat-saat kebersamaan dengannya, tetapi saya tidak akan mempercayakan rahasia saya kepadanya. Ia hampir tidak dapat menjaga rahasia terkecil sekalipun dan saya tidak siap mempercayakan rahasia besar saya kepadanya. Namun, apakah ini berarti kita tidak bisa menjadi sahabat baik? Tentu saja tidak. Yang saya lakukan hanyalah tidak menceritakan kepadanya hal-hal yang ingin saya rahasiakan.
Empat tahun yang lalu saya mendapati diri saya menjadi sasaran gosip yang tidak beralasan dan sangat menghancurkan. Menurut selentingan yang berembus dari kawan-kawan sekerja, saya dituduh telah melakukan perzinahan dan kawin siri. Tentu saja itu tidak benar. Jadi, karena percaya bahwa gunjingan itu pada akhirnya akan berhenti, maka saya ambil sikap tidak peduli. Namun jika gosip itu semakin meningkat dan tidak main-main, saya harus segera mengambil tindakan. Saya harus menghadapi secara langsung pernyataan tanpa bukti itu tanpa membuang waktu. Dan utnuk membantu Anda melakukannya, Anda dapat mempertimbangkan bahwa Anda memiliki seorang sahabat yang dapat dipercaya dan yang memihak Anda.
Ingatlah seseorang tidak dapat menarik kembali peluru yang baru ia tembakkan demikianlah juga dengan seorang penggosip, ia tidak dapat “menarik kembali” gunjingan yang ia katakan. Sekali terucap, gosip itu tersebar. Dan masalahnya gosip itu tidak akan berhenti mendesing sebelum melukai sejumlah orang. Namun, akhirnya ada Seseorang yang dapat memberi kita rasa aman. Seseorang yang dapat kita percayai melebihi siapa pun. Dalam Mazmur 62 Daud menulis, “
Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.
Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela (Mazmur 62:6-9)
Catatan:
1. Les Parrot III PH.D, High-Maintenance Relationship, Jakarta: Metanoia
Publishing, 2006.
2. John C. Maxwell, The Maxwell Daily Reader, Jakarta: BIP, 2011.
Langganan:
Postingan (Atom)
